Gejala Mata SePeLe Jangan Disepelein: Pengalaman Mata Kering karena Softlens

Mengenali gejala mata yang tidak boleh disepelekan Ilustrasi gejala gangguan kesehatan mata Tanda-tanda mata bermasalah yang perlu diperhatikan Menjaga kesehatan

Gejala Mata SePeLe Jangan Disepelein: Ketika Mata Kering Hampir Mengacaukan Momen-Momen Penting dalam Hidup Umma

Kalau ada satu benda yang paling setia menemani Umma sejak kecil, jawabannya bukan boneka, bukan buku harian, bahkan bukan telepon genggam.

Tetapi kacamata.

Umma sudah menggunakan kacamata sejak kelas 1 SD.

Sejak masih kecil, Umma sudah tahu rasanya bangun pagi dan mencari kacamata terlebih dahulu sebelum benar-benar memulai hari. Tanpa kacamata, dunia terasa berbeda. Tulisan di kejauhan menjadi kabur, wajah orang tidak terlihat jelas, dan berbagai aktivitas sederhana terasa lebih sulit.

Kacamata akhirnya menjadi bagian dari hidup Umma.

Sampai setelah lulus kuliah, Umma mulai mengenal softlens.

Awalnya terasa seperti menemukan kebebasan.

Umma bisa beraktivitas tanpa kacamata. Tidak perlu khawatir kacamata melorot ketika bergerak. Penampilan pun terasa berbeda.

Tetapi Umma kemudian menemukan satu hal yang tidak pernah benar-benar dipikirkan sebelumnya. Mata kering.

Dan ternyata, mata kering bukan sekadar mata yang terasa sedikit tidak nyaman. Umma baru memahami itu setelah mengalaminya sendiri.

Lima Tahun Lalu, Pak Suami Mulai Sering Mendengar Keluhan Umma

Sekitar lima tahun lalu, Umma mulai sering mengeluh kepada Pak Suami.

"Matanya merah lagi."

"Kayaknya kering."

"Sepet banget."

Keluhan itu muncul terutama setelah menggunakan softlens.

Awalnya Umma menganggap mata merah dan sepet sebagai konsekuensi biasa.

Mungkin karena terlalu lama memakai softlens.

Mungkin karena kurang tidur.

Mungkin karena terlalu lama melihat layar.

Ah, paling nanti juga hilang.

Begitulah pikir Umma.

Sampai suatu hari Pak Suami membelikan Insto Dry Eyes. Tidak ada momen istimewa. Tidak ada hadiah dengan pita.

Hanya sebuah botol kecil yang dibeli karena Pak Suami mungkin sudah terlalu sering mendengar keluhan Umma tentang mata yang merah dan terasa kering.

Namun, justru dari hal sederhana itulah Umma mulai mengenal sesuatu yang kemudian menjadi bagian dari cara Umma menjaga kenyamanan mata.

Umma Baru Sadar, Mata yang Tidak Nyaman Bisa Mengubah Banyak Hal

Ada banyak momen dalam kehidupan seorang ibu yang sebenarnya ingin dinikmati sepenuhnya.

  • Waktu bersama anak.
  • Menulis ketika ide sedang banyak.
  • Membaca buku.
  • Membuat konten.
  • Mengerjakan pekerjaan rumah.
  • Bahkan sekadar duduk santai bersama keluarga.

Masalahnya, ketika mata mulai kering, semua aktivitas tersebut bisa terasa berbeda.

Pernah suatu ketika Umma sudah menunggu waktu tenang untuk menyelesaikan tulisan. Anak-anak sudah mulai sibuk dengan aktivitas masing-masing. Laptop sudah terbuka Ide sudah ada di kepala. Umma berpikir, "Akhirnya bisa menulis dengan tenang."

Tetapi baru beberapa saat menatap layar, mata mulai terasa sepet. Kemudian terasa kering. Lalu lelah. Pandangan pun terasa kurang nyaman. Umma mulai sering berkedip. Tulisan di layar seperti tidak lagi senyaman tadi. Konsentrasi buyar. Bukannya produktif, Umma malah ingin menutup laptop.

Momen yang sudah lama dinantikan untuk berkarya akhirnya harus tertunda

Saat itulah Umma sadar: Gejala mata kering ternyata bisa ikut mengubah jalannya sebuah momen penting.

Bukan Hanya Mata yang Terganggu

Ada satu hal lain yang cukup membuat Umma terganggu. Mood. Ketika mata terasa tidak nyaman, Umma merasa lebih sulit berkonsentrasi dan lebih mudah kesal.

Hal kecil terkadang terasa besar. Anak bertanya berkali-kali, Umma cepat menjawab dengan nada tinggi.

Pekerjaan belum selesai, rasanya semakin kesal. Laptop tidak kunjung selesai digunakan, mata semakin lelah.

Umma tentu tidak mengatakan bahwa mata kering otomatis membuat seseorang marah. Tetapi dari pengalaman pribadi, ketika tubuh terus-menerus merasa tidak nyaman, menjaga emosi memang terasa lebih sulit.

Dan akhirnya Umma berpikir: "Jangan-jangan selama ini Umma terlalu sering memaksa diri?"

Umma ingin tetap produktif, tetapi lupa bahwa tubuh juga punya batas.

Baru Kemudian Umma Mengenal Istilah SePeLe

Belakangan Umma mengenal istilah yang menurut Umma sederhana tetapi sangat mudah diingat:

SePeLe :  SEpet. PErih. LElah.

Tiga gejala yang sekilas terdengar sederhana. Tetapi kalau pernah mengalaminya, kita pasti tahu bahwa ketiganya bisa sangat mengganggu.

Umma pernah merasakan mata sepet setelah menggunakan softlens. Mata terasa perih ketika kondisinya sedang tidak nyaman. Dan mata terasa lelah setelah terlalu lama bekerja di depan layar. Ternyata, inilah yang dimaksud dengan Gejala Mata Kering.

Informasi resmi Insto juga menyebutkan bahwa aktivitas yang membuat kita jarang berkedip dalam waktu lama, penggunaan lensa kontak dalam jangka panjang, serta penguapan air mata yang berlebihan dapat memicu gejala mata kering.

Jadi, ternyata pengalaman yang selama ini Umma anggap "ah, paling cuma capek" memang layak mendapatkan perhatian.

Dari Mana Sebenarnya Mata Kering Berasal?

Kalau dipikir-pikir, aktivitas sehari-hari Umma memang cukup bersahabat dengan mata kering.

  • Menatap laptop.
  • Melihat ponsel.
  • Membaca.
  • Mengedit foto.
  • Membuat konten.
  • Menggunakan softlens..gBelum lagi berada di ruangan dengan pendingin udara atau lingkungan yang membuat mata lebih cepat kehilangan kelembapan.
  • Ketika terlalu fokus, kita juga bisa lupa berkedip.

Padahal berkedip adalah salah satu cara alami tubuh menjaga permukaan mata tetap lembap. Itulah mengapa sekarang Umma berusaha lebih sadar. Kalau sudah lama menatap layar, berhenti sebentar. Kalau mata mulai lelah, Umma tidak memaksakan diri. Kalau menggunakan softlens, Umma lebih memperhatikan kondisi mata.

Karena ternyata menjaga mata tidak harus menunggu sampai masalahnya menjadi besar.

Lima Tahun Lalu Umma Mengenal Insto Dry Eyes

Kembali ke cerita lima tahun lalu. Setelah Pak Suami membelikan Umma Insto Dry Eyes, Umma menggunakannya ketika mata terasa kering dan sepet.

Pengalaman pribadi Umma setelah menggunakannya adalah mata terasa seperti mendapatkan kelembapan kembali. Mata terasa lebih nyaman, bersih, dan segar. Tentu saja pengalaman setiap orang bisa berbeda.

Tetapi untuk Umma, pengalaman tersebut cukup membekas.

Dari situlah Umma kemudian mengenal bahwa ternyata ada produk yang memang ditujukan untuk membantu mengatasi gejala mata kering.

Apa Itu Insto Dry Eyes?

Insto Dry Eyes merupakan produk tetes mata yang digunakan untuk memberikan efek pelumas seperti air mata dan membantu mengatasi gejala kekeringan pada mata.

Produk ini juga dapat membantu meringankan iritasi mata yang disebabkan oleh kekurangan produksi air mata. Insto Dry Eyes tersedia dalam ukuran 7,5 ml.

Yang membuat Umma semakin tertarik setelah membaca informasi produknya adalah kandungan bahan aktifnya.

Insto Dry Eyes mengandung: Hydroxypropyl Methylcellulose 3,0 mg dan Benzalkonium Chloride 0,1 mg.

Hydroxypropyl Methylcellulose berperan memberikan efek pelumas seperti air mata. Inilah yang sesuai dengan fungsi utama Insto Dry Eyes untuk membantu mengatasi gejala kekeringan pada mata.

Jadi, sekarang Umma tidak lagi berpikir bahwa semua obat tetes mata itu sam

Ternyata produk tetes mata memiliki fungsi dan kandungan yang berbeda sesuai dengan keluhan yang dituju.

Bagaimana Cara Menggunakan Insto Dry Eyes?

Karena Umma sendiri pernah menggunakan softlens, aturan ini justru menjadi salah satu hal yang paling Umma ingat

Pertama, pastikan tangan dalam keadaan bersih sebelum menggunakan tetes mata.

Kedua, lepaskan lensa kontak terlebih dahulu.

Jangan menggunakan Insto Dry Eyes ketika softlens masih terpasang.

Ketiga, gunakan sesuai aturan pakai pada kemasan.

Hindari menyentuhkan ujung botol langsung ke mata, bulu mata, atau permukaan lain agar kebersihan ujung botol tetap terjaga.

Keempat, setelah meneteskan Insto Dry Eyes, jangan langsung memasang softlens kembali.

Menurut informasi resmi Insto, lensa kontak dapat digunakan kembali minimal 15 menit setelah obat diteteskan.

Dan satu hal lagi yang tidak kalah penting: Insto Dry Eyes mencantumkan peringatan jangan digunakan rutin dalam jangka panjang.

Artinya, jangan menjadikan tetes mata sebagai alasan untuk terus mengabaikan kondisi mata.

Jika mata terus-menerus bermasalah, terasa sakit, atau penglihatan terganggu, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

Bukan Cuma Tetes Mata, Ini yang Sekarang Umma Lakukan

Pengalaman mata kering membuat Umma belajar bahwa menjaga mata tidak cukup hanya dengan mengandalkan satu produk.

Ada beberapa kebiasaan sederhana yang sekarang berusaha Umma lakukan.

1. Memberikan waktu istirahat untuk mata

Kalau terlalu lama bekerja di depan laptop, Umma mencoba berhenti sebentar. Mata juga butuh istirahat.

2. Lebih sadar untuk berkedip

Ketika fokus menulis atau mengedit, Umma sering tidak sadar bahwa terlalu lama menatap layar.

Sekarang Umma berusaha mengingatkan diri untuk berkedip lebih sering.

3. Tidak memaksakan diri

Ini mungkin yang paling sulit sebagai ibu. Ada saja pekerjaan yang terasa harus selesai hari itu. Tetapi kalau mata sudah tidak nyaman, Umma belajar berhenti sejenak. Tidak semua pekerjaan harus selesai dalam satu tarikan napas.

4. Lebih memperhatikan penggunaan softlens

Softlens memang praktis.Tetapi pengalaman mata kering mengajarkan Umma untuk lebih disiplin menggunakannya. Ketika mata sedang tidak nyaman, Umma tidak memaksakan diri.

5. Menyediakan tetes mata yang sesuai

Karena Umma sudah pernah mengalami mata kering, Umma lebih suka bersiap daripada menunggu sampai mata benar-benar terasa mengganggu.

Salah satunya dengan menyediakan Insto Dry Eyes ketika memang dibutuhkan. Ternyata yang SePeLe Bisa Mengganggu Momen Berharga

Kalau dipikir-pikir, mata kering mungkin terdengar seperti masalah kecil.

Tetapi bagaimana kalau terjadi ketika sedang menikmati momen yang sudah lama ditunggu?

  • Sedang membaca buku favorit.

  • Sedang menulis sesuatu yang penting.
  • Sedang bekerja.
  • Sedang bermain bersama anak.
  • Sedang bepergian.
  • Atau sedang menikmati waktu bersama orang yang kita sayangi.

Kita tentu ingin hadir sepenuhnya dalam momen tersebut. Bukan sibuk mengucek mata. Bukan sibuk menahan rasa perih. Bukan sibuk memejamkan mata karena lelah. Itulah mengapa sekarang Umma punya satu kalimat yang selalu diingat:

Mata SePeLe Jangan Disepelein.

Dari Kacamata Kelas 1 SD, Softlens, Sampai Belajar Menghargai Mata. Kalau mengingatnya kembali, perjalanan ini terasa panjang.

Kelas 1 SD: Umma mulai memakai kacamata. Setelah lulus kuliah: Umma mulai menggunakan softlens. Lima tahun lalu: Umma mulai sering mengalami mata kering dan merah setelah menggunakan softlens.

Pak Suami membelikan Umma Insto Dry Eyes.

Umma menggunakannya dan merasakan mata lebih nyaman, seperti kembali mendapatkan kelembapan dan kesegaran.

Hari ini: Umma jauh lebih sadar bahwa mata perlu dijaga. Ternyata perjalanan menggunakan alat bantu penglihatan sejak kecil justru mengajarkan Umma untuk lebih menghargai nikmat melihat.

Umma ingin terus melihat anak-anak tumbuh. Melihat mereka tersenyum. Membaca buku bersama mereka. Menulis cerita. Bekerja. Membuat konten. Dan menikmati momen-momen kecil yang sering kali baru terasa berharga ketika kita kehilangan kenyamanannya.

Jangan Tunggu Mata Berteriak

Sekarang kalau mata mulai terasa sepet, perih, atau lelah, Umma berusaha tidak langsung mengatakan:

"Ah, cuma sepele."

Karena Umma sudah pernah merasakan sendiri bagaimana sesuatu yang terlihat sederhana ternyata bisa mengganggu banyak hal.

  • Mulai dari pekerjaan.
  • Konsentrasi.
  • Produktivitas.
  • Sampai suasana hati.

Jika mata terasa kering, Umma mencoba beristirahat dari layar, lebih sering berkedip, memperhatikan penggunaan softlens, dan menggunakan tetes mata yang sesuai dengan kebutuhan serta aturan pakainya.

Dan ketika membutuhkan bantuan untuk meredakan gejala mata kering, Umma teringat produk yang pertama kali dikenalkan Pak Suami lima tahun lalu: Insto Dry Eyes. 

Bagi Umma, Insto Dry Eyes bukan hanya sebuah botol tetes mata. Ada cerita di baliknya.

Cerita tentang seorang suami yang memperhatikan keluhan istrinya. Cerita tentang seorang ibu yang terlalu sering memaksakan diri tetap produktif. Dan cerita tentang seseorang yang akhirnya belajar bahwa menjaga kesehatan tidak harus dimulai ketika kondisi sudah parah.

Kadang cukup dengan mendengarkan tanda kecil yang diberikan tubuh. SEpet. PErih. LElah. Kalau mata mulai memberikan tanda-tanda itu, jangan buru-buru disepelekan. Karena kita tidak pernah tahu berapa banyak momen indah yang masih ingin kita lihat.

Jadi, kalau mata mulai terasa kering dan membutuhkan kelembapan, Umma memilih untuk lebih peduli. 

Tetesin Insto Dry Eyes sesuai aturan pakai, istirahatkan mata, dan jangan lupa dengarkan kebutuhan tubuh. Karena pada akhirnya, bisa melihat dengan nyaman adalah salah satu nikmat yang terlalu berharga untuk dianggap biasa.

Dan sekarang Umma benar-benar percaya: Mata SePeLe Jangan Disepelein.

Itulah alasan mengapa kampanye #InstoDryEyes #BebasMataKering #MataSePeLeJanganSepelein terasa begitu dekat dengan pengalaman hidup Umma. Bukan karena mata kering selalu berarti sesuatu yang serius. Tetapi karena setiap rasa sepet, perih, dan lelah adalah kesempatan bagi kita untuk berhenti sejenak dan berkata:

"Mata, terima kasih sudah bekerja begitu keras. Sekarang giliran Umma menjagamu."

Referensi:

Informasi mengenai fungsi, kandungan, ukuran, cara penggunaan, dan peringatan Insto Dry Eyes mengacu pada informasi produk resmi Insto.

Artikel ini merupakan pengalaman pribadi Umma dalam menggunakan softlens dan Insto Dry Eyes. Pengalaman penggunaan dapat berbeda pada setiap orang.

Lebih lamaTerbaru

Posting Komentar

Cari artikel