Ganti Judul dan ALt sendiri

Nasihat Indah Cara Menikmati Hidup Agar Tidak Baperan Parah

Solusi agar tidak baperan

Saat baca postingan dari Ustaz Abu Fairuz Ahmad Ridwan Hafidzahullah beberapa hari yang lalu membuat Umma jadi ingin posting ulang betapa bagusnya nasihat ini. Terutama buat Umma yang masih belajar menata hati agar tidak baperan parah. Postingan Facebook Ustaz pada 3 April 2026 ini sungguh sangat menginspirasi. Berpura-pura Bodoh Dan Berlapang Dada Adalah Seni Menikmati Hidup. Penasaran? Yuk kita baca! 

BERPURA-PURA BODOH DAN BERLAPANG DADA ADALAH SENI MENIKMATI HIDUP

Di antara seni menjalani hidup agar hati selamat dari stres dan kegalauan yang panjang adalah mahir dalam “berpura-pura bodoh”, yakni bersikap tenang, tidak reaktif, dan tidak membesar-besarkan perkara-perkara kecil yang tidak menyenangkan dari orang-orang maupun keadaan di sekitar kita.

Tidak semua hal harus ditanggapi.

Tidak setiap kesalahan kecil harus diluruskan.

Tidak semua ucapan yang kurang berkenan harus dibalas.


Anak dan istri kadang berbuat sesuatu yang tidak kita sukai. Demikian pula bawahan, rekan kerja, tetangga, kerabat, orang tua, bahkan mertua. Bila setiap kekhilafan kecil mereka selalu kita pikirkan, hubungan akan mudah dipenuhi emosi, hati cepat lelah, dan pikiran menjadi sempit.

Begitu juga keadaan rumah, tempat kerja, kamar, ruang tamu, atau lingkungan sekitar. Jika semuanya ingin selalu sempurna, maka yang lahir justru tekanan batin. Padahal hidup memang bukan tempat kesempurnaan.

Menyikapi hidup harus proporsional.

Ibarat jeruk yang asam, bila pandai mengolahnya dengan air, es, dan madu, ia berubah menjadi minuman yang segar dan nikmat. Begitu pula masalah hidup; sesuatu yang semula pahit bisa menjadi indah jika disikapi dengan hikmah.

Ada orang-orang yang Allah takdirkan selalu dekat dengan kita: orang tua, pasangan, anak-anak, kerabat, dan mertua. Mereka terikat dengan kita oleh darah, kekerabatan, dan pernikahan. Karena itu, kesabaran dan kelapangan dada menjadi kunci utama dalam menjaga hubungan.

Terkadang solusi terbaik untuk perkara kecil adalah diam, memaafkan, dan tidak membesarkannya.

Allah ﷻ menggambarkan akhlak ‘ibadurrahman:

وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا

Saat orang-orang jahil menyapa mereka dengan keburukan, mereka membalas dengan keselamatan.

Para ulama pun berkata:

من حسن العشرة التجافل عن الزلات

Di antara indahnya pergaulan adalah menutup mata dari kesalahan-kesalahan kecil.

Rahasia langgengnya cinta, persahabatan, dan rumah tangga bukanlah kesempurnaan, tetapi kelapangan dada, toleransi, dan kemampuan untuk bertahan tanpa mengungkit setiap salah.

Dalam ungkapan hikmah disebutkan:

من سمات الرؤساء التَّغابي لا الغباء

Di antara sifat pemimpin adalah berpura-pura tidak tahu, bukan benar-benar bodoh.

Kadang, yang membuat hidup terasa berat bukan besarnya masalah, tetapi cara kita menyikapi hal-hal kecil.

Maka belajarlah untuk tenang, memaafkan, dan tidak sibuk mengoreksi segala sesuatu.

Sebab sering kali, kedamaian hidup lahir dari seni التغافل.

Batusangkar, 14 Syawwal 1447 H / 2 April 2026

Abu Fairuz My

(Ustaz ana izin copas ya ke blog Ruang Umma, kali aja qodarullah Ustaz baca). 

Screenshot postingan Ustaz yang menginspirasi seni menikmati hidup

Seni Menikmati Hidup Agar Tidak Baperan Parah

Masya allah, betapa banyak realitanya kekerabatan hancur karena baperan parah segelintir orang termasuk kita. Bisa karena ucapan yang membuat sakit hati,.tindakan yang membuat kita malas untuk berinteraksi atau mungkin juga hal lain. 

Umma sendiri juga kadang mengalami hal-hal yang memicu kita untuk baperan bahkan trauma mendalam. Saat kumpul keluarga, saat bertetangga, teman kerja atau juga dengan orang tua teman sekolah anak kita. Tapi menjadi orang yang "berpura-pura bodoh" dalam tanda kutip dan berlapang dada ternyata bisa jadi solusi untuk kita lebih menikmati hidup. 

Yuk kita praktekkan biar kita bisa lebih menikmati hidup. Melupakan semua hal yang membuat jiwa kita terganggu. Melupakan semua yang membuat hidup kita tidak tenang. Nasihat dari Ustaz ini sungguh bisa kita praktekkan. Yuk mulai sekarang stop baperan. Menjadi pribadi yang berpura-pura bodoh, berlapang dada, memaafkan dan melupakan setiap hal yang menyakitkan adalah seni terbaik yang tentu saja juga diajarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. 

Semoga bermanfaat dan Terima kasih kepada Ustaz Abu Fairuz yang telah menasihati kita dengan tulisan indahnya. Umma do'akan apapun masalah atau ujian yang Sahabat Umma hadapi saat ini semoga Allah berikan jalan keluar terbaik ya.  Jangan lupa bagikan artikel ini dan coba tulis di kolom komentar apa saja yang membuatmu baperan parah dan bagaimana menurut nasihat dari Ustaz Abu Fairuz diatas. 

‹ Lebih lamaTerbaru ✓

Posting Komentar