Pagi itu, di tengah scroll media sosial yang biasanya penuh urusan rumah, kerjaan, dan resep bekal anak, Umma tiba -tiba berhenti pada satu video yang terasa berbeda. Sekelompok perempuan berlari kecil di sebuah lapangan, tertawa saat bola memantul ke dinding kaca, lalu saling tos setelah rally panjang yang tampak seru sekali. Tidak ada wajah tegang, tidak ada kesan olahraga yang terlalu “serius”, justru yang terasa adalah energi yang hangat, menyenangkan, dan ringan. Dari situ muncul rasa penasaran: olahraga apa ini, dan kenapa terlihat begitu cocok untuk perempuan yang sehari-hari sibuk mengurus banyak hal? Jawabannya adalah padel, olahraga raket yang belakangan makin viral di Indonesia. Seperti apa sih Olahraga satu ini? Yuk kita cari tahu sekilas!
Apa Itu Padel?
Padel adalah olahraga raket yang umumnya dimainkan berpasangan, dua lawan dua, di lapangan yang lebih kecil dari tenis dan dikelilingi dinding kaca atau kawat. Bola boleh memantul ke dinding setelah memantul di lantai, sehingga permainan menjadi lebih panjang, lebih dinamis, dan lebih mudah diikuti pemula.
Berbeda dari tenis yang sering terasa teknis, padel memberi ruang bagi siapa saja untuk langsung menikmati permainan tanpa perlu latihan rumit sejak awal. Itulah kenapa banyak orang menyebut padel sebagai olahraga yang ramah untuk pemula, termasuk ibu-ibu yang baru ingin mulai aktif bergerak.
Sejarah Singkat Padel
Padel bukan olahraga yang baru lahir kemarin sore. Olahraga ini pertama kali berkembang pada tahun 1969 di Acapulco, Meksiko, saat Enrique Corcuera menyesuaikan lapangan di rumahnya menjadi arena permainan raket dengan dinding pembatas. Dari Meksiko, padel kemudian menyebar ke Spanyol dan berkembang pesat hingga menjadi olahraga populer di banyak negara.
Perjalanan panjang ini menunjukkan bahwa padel bukan sekadar tren sesaat, melainkan olahraga dengan akar sejarah yang kuat dan komunitas yang terus tumbuh.
Mengapa Padel Viral?
Salah satu alasan padel cepat viral adalah karena olahraga ini terasa dekat dengan gaya hidup urban masa kini. Banyak orang ingin olahraga yang tidak terlalu berat, tetapi tetap seru, sosial, dan mudah dijadwalkan di sela kesibukan. Padel menjawab kebutuhan itu karena dimainkan bersama teman, tidak terlalu menuntut teknik ekstrem, dan suasananya cenderung menyenangkan.
Di Indonesia, popularitasnya juga meningkat di kota-kota besar seperti Jakarta dan Bali, seiring bertambahnya lapangan dan komunitas baru. Bahkan, muncul percakapan publik tentang booming-nya padel di Jakarta karena lapangan-lapangan baru terus bermunculan.
Cara Main Padel Secara Singkat
Aturan dasar padel sebenarnya mudah dipahami. Permainan biasanya dimainkan ganda, servis dilakukan bawah, dan bola harus memantul sekali di sisi lawan sebelum mengenai dinding. Skor padel mengikuti sistem tenis: 15, 30, 40, lalu game.
Karena lapangannya lebih kecil dan ada bantuan dinding, pemain pemula biasanya lebih cepat merasa “bisa main” dibanding saat mencoba tenis. Itulah salah satu daya tarik terbesar padel untuk perempuan dan ibu yang ingin mulai olahraga tanpa merasa minder.
![]() |
| Padel Olahraga Yang Diminati Kaum Hawa Karena No Drama Drama |
Manfaat Padel untuk Perempuan dan Ibu
Bagi perempuan usia 20–60 tahun, padel menawarkan manfaat yang cukup lengkap. Tubuh bergerak aktif, jantung bekerja, koordinasi meningkat, dan refleks ikut terlatih. Karena permainan berlangsung dalam format berpasangan, padel juga memberi manfaat sosial yang besar: ada komunikasi, kerja sama, dan tawa yang membuat olahraga terasa lebih ringan]. Banyak ibu membutuhkan aktivitas seperti ini, bukan hanya untuk kebugaran, tetapi juga untuk menjaga suasana hati agar tetap seimbang di tengah rutinitas rumah tangga yang padat.
Apakah Padel Aman untuk Pemula?
Secara umum, padel termasuk olahraga yang relatif ramah untuk pemula karena ritmenya lebih mudah dipelajari dan tidak menuntut lari jarak jauh seperti beberapa olahraga raket lainnya. Meski begitu, tetap penting melakukan pemanasan, memakai sepatu yang sesuai, dan bermain sesuai kemampuan tubuh. Untuk ibu hamil atau yang punya riwayat cedera, sebaiknya konsultasi dulu ke tenaga kesehatan sebelum bermain. Olahraga seharusnya membuat tubuh lebih sehat, bukan menambah risiko cedera.
Budget Olahraga Padel untuk Pemula
Salah satu pertanyaan paling sering muncul adalah: “Apakah padel mahal?” Jawabannya, bisa murah atau cukup tinggi, tergantung gaya bermain dan lokasi lapangan. Untuk pemula, biaya terbesar biasanya ada pada sewa lapangan dan perlengkapan dasar.
Rincian Biaya Pemula
- Raket padel pemula: kisarannya di berbagai sumber internasional berada pada level entry yang relatif terjangkau, sekitar kelas harga awal untuk pemula.
- Sepatu olahraga lapangan: pilih yang punya grip bagus; banyak orang memakai sepatu court non-marking, dan biayanya biasanya mengikuti kualitas brand yang dipilih.
- Bola padel: biasanya dibeli per tube dan dapat dipakai beberapa sesi latihan
- Sewa lapangan: di Jakarta, tarif yang dilaporkan berada di kisaran Rp200.000–Rp400.000 per jam, sementara sumber lain menyebut rata-rata Rp400.000–Rp600.000 per jam di beberapa area Jakarta.
- Di Jakarta Pusat, ada venue yang mencantumkan tarif mulai Rp70.000 per sesi hingga kisaran Rp70.000–Rp400.000 per sesi tergantung fasilitas dan waktu bermain.

Perlengkapan Olahraga Padel
Estimasi Budget Awal
Kalau dihitung sederhana, budget awal untuk pemula biasanya bisa dimulai dari paket hemat hingga menengah. Jika Sahabat Umma belum membeli raket dan sepatu, total awal bisa terasa cukup besar, tetapi masih mungkin ditekan bila menyewa perlengkapan atau patungan sewa lapangan bersama teman.
Untuk sesi pertama, paling realistis menyiapkan dana untuk sewa lapangan, bola, minuman, dan mungkin raket pinjaman dari klub. Dengan cara ini, Sahabat Umma bisa mencoba dulu sebelum memutuskan membeli perlengkapan sendiri.
Budget Minimal Sekali Coba Padel
- Sewa lapangan: Rp200.000–Rp400.000 per jam
- Sewa/pinjam raket: Rp0–Rp50.000
- Bola: Rp0–Rp50.000 jika patungan atau beli 1 tube
- Minum/snack ringan: Rp20.000–Rp50.000
- Transport: Rp20.000–Rp100.000
- Total budget minimal
- Rp240.000–Rp650.000 per orang
Kalau main berempat, biaya lapangan biasanya bisa dibagi sehingga total per orang bisa jauh lebih hemat.
Budget Minimal Untuk Mulai Rutin
Kalau Sahabat Umma ingin punya perlengkapan dasar sendiri:
- Raket pemula: Rp800.000–Rp2.000.000
- Sepatu court: Rp400.000–Rp1.200.000
- Bola awal: Rp80.000–Rp150.000
- Sewa lapangan per sesi: Rp200.000–Rp600.000, lalu dibagi 4 orang
- Total budget awal yang realistis
- Rp1.300.000–Rp3.950.000
Ini sudah termasuk perlengkapan dasar dan biaya main beberapa kali.
Tips Hemat untuk Ibu yang Baru Mulai
Kalau tujuannya sekadar mencoba, jangan buru-buru membeli semua perlengkapan sekaligus. Banyak lapangan atau komunitas yang menyediakan raket sewa, sehingga kita bisa mengenal rasa permainan terlebih dahulu. Ajak teman agar biaya sewa bisa dibagi dan suasana lebih seru. Pilih jam bermain yang lebih murah jika tersedia, karena beberapa venue punya tarif berbeda antara jam sibuk dan jam lengang. Cara sederhana ini membuat padel lebih mudah dijangkau, bahkan untuk ibu yang ingin olahraga tanpa mengganggu anggaran rumah tangga.
![]() |
| Olahraga Padel |
Padel sebagai Gaya Hidup Perempuan Aktif
Padel bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi soal pengalaman. Bagi banyak perempuan, terutama ibu, olahraga ini bisa jadi ruang untuk bernapas, tertawa, dan merasa kembali menjadi diri sendiri. Setelah berhari-hari sibuk mengurus anak, rumah, dan pekerjaan, satu jam di lapangan bisa terasa seperti hadiah kecil untuk tubuh dan pikiran. Karena dimainkan berpasangan, padel juga cocok untuk membangun komunitas baru yang suportif dan menyenangkan.
FAQ Seputar Padel
1. Apakah padel sulit dipelajari?
Tidak. Padel justru dikenal lebih ramah pemula karena lapangannya kecil, servisnya sederhana, dan ada bantuan pantulan dinding.
2. Apakah padel cocok untuk ibu-ibu?
Cocok, terutama untuk ibu yang ingin olahraga ringan sampai sedang sambil bersosialisasi. Permainannya tidak terlalu teknis di awal dan bisa dimainkan sesuai kemampuan.
3. Berapa biaya sewa lapangan padel?
Di Jakarta, tarif yang ditemukan berada di kisaran Rp200.000–Rp400.000 per jam, dan di beberapa area bisa mencapai Rp400.000–Rp600.000 per jam tergantung lokasi dan jam bermain. Ada juga venue tertentu yang menawarkan tarif per sesi mulai dari Rp70.000 sampai Rp400.000.
4. Harus beli raket sendiri dulu?
Tidak harus. Untuk pemula, menyewa atau meminjam raket dulu adalah pilihan paling hemat agar Anda tahu apakah padel benar-benar cocok.
5. Apakah padel aman untuk bumil?
Tidak bisa disamaratakan. Untuk ibu hamil, sebaiknya konsultasi dulu ke dokter atau bidan sebelum bermain, lalu pilih intensitas yang sangat ringan jika memang diperbolehkan.
6. Apakah padel lebih mahal dari olahraga lain?
Bisa iya, bisa tidak. Yang paling menentukan biasanya biaya lapangan dan perlengkapan awal. Namun, dengan strategi hemat seperti patungan, menyewa alat, dan memilih jam bermain yang lebih murah, padel bisa tetap dicoba tanpa harus langsung mahal.
Penutup
Pada akhirnya, padel menarik bukan hanya karena sedang viral, tetapi karena ia memberi sesuatu yang sering dicari perempuan dan ibu: olahraga yang menyenangkan, sosial, dan tidak terasa memberatkan. Dari sejarahnya yang panjang, cara mainnya yang ramah pemula, sampai komunitasnya yang terus berkembang, padel punya semua unsur untuk menjadi olahraga yang bertahan lama.
Kalau Sahabat Umma sedang mencari aktivitas baru yang bisa bikin tubuh bergerak dan hati ikut segar, padel layak dicoba. Atau siapa nih Sahabat Umma yang sudah mencoba olahraga padel sharing ya di kolom komentar pengalamannya dan jangan lupa bagikan artikel ini ya. Semoga bermanfaat.




Posting Komentar