Ada kalanya belajar tentang Rasulullah ﷺ tidak harus selalu dilakukan dengan duduk di depan buku. Kali ini Umma mencoba mengajak anak belajar dengan cara yang berbeda: jalan-jalan ke Museum Siroh Nabawiyah di Depok Town Square (Detos).
Museum Siroh Nabawiyah di Depok Town Square (Detos), Depok.
Dari luar saja sudah terlihat bahwa tempat ini berbeda dari museum pada umumnya. Di dalamnya, anak-anak diajak mengenal perjalanan kehidupan Rasulullah ﷺ melalui berbagai media visual. Buat Umma, ini yang membuat kunjungan ke Museum Siroh Nabawiyah menarik. Anak bisa jalan-jalan, tetapi sebenarnya sedang belajar.
Profil Museum Siroh Nabawiyah Detos
Museum Siroh Nabawiyah merupakan museum yang berfokus pada edukasi tentang sejarah kehidupan Rasulullah ﷺ dan perjalanan sirah nabawiyah.
Lokasinya berada di:
Depok Town Square (Detos), lantai 2
Jl. Margonda Raya No. 1, Depok, Jawa Barat.
Lokasinya yang berada di dalam pusat perbelanjaan membuat museum ini cukup mudah dijangkau, terutama untuk keluarga yang tinggal di sekitar Depok dan Jakarta Selatan.
Jadi, kalau sedang mencari ide wisata edukasi anak di Depok, tidak harus selalu pergi jauh ke luar kota.
Jam Buka Museum Siroh Nabawiyah
Berdasarkan informasi dari pengelola, Museum Siroh Nabawiyah buka setiap hari:
Senin - Jumat 09.00–20.00 WIB
Sabtu - Ahad 10.00 - 20.00 WIB
Berapa HTM Museum Siroh Nabawiyah?
Untuk harga tiket, saat Umma berkunjung harga tiket 50K satu orang. Tetapi harga normal 60K. Ada juga harga khusus untuk rombongan.
Namun, sebelum berangkat Umma menyarankan mengecek informasi terbaru terlebih dahulu, terutama jika datang bersama rombongan atau membawa beberapa anak.
Apa Saja yang Ada di Museum Siroh Nabawiyah?
Nah, ini bagian yang membuat kunjungan anak menjadi lebih menarik.
Museum Siroh Nabawiyah tidak hanya menyajikan tulisan. Ada berbagai media visual yang membantu pengunjung memahami perjalanan sejarah Islam.
Beberapa di antaranya adalah:
Video
Ada media video yang membantu menceritakan perjalanan kehidupan Rasulullah ﷺ. Bagi anak yang lebih mudah memahami informasi melalui gambar dan suara, media seperti ini tentu lebih menarik daripada hanya membaca.
Poster dan informasi sejarah
Ada pula berbagai poster dan informasi yang membantu pengunjung mengikuti perjalanan sirah secara lebih runtut. Mulai dari kondisi Makkah sebelum kenabian, kelahiran Rasulullah ﷺ, masa kenabian, dakwah, hijrah hingga kehidupan di Madinah.
Diorama
Diorama menjadi salah satu media yang menarik untuk anak. Cerita sejarah yang selama ini hanya mereka dengar atau baca bisa divisualisasikan dalam bentuk tiga dimensi.
Anak jadi punya gambaran tentang suasana dan peristiwa yang sedang diceritakan.
Miniatur
Museum juga menghadirkan miniatur yang berkaitan dengan perjalanan sejarah Rasulullah ﷺ. Untuk anak-anak, bentuk seperti ini biasanya lebih mudah menarik perhatian.
Mereka bisa mengamati bentuknya sambil mendengarkan penjelasan.
Replika
Ada berbagai replika yang membantu menggambarkan kehidupan dan perjalanan sejarah pada masa Rasulullah ﷺ. Termasuk replika yang berkaitan dengan Masjid Nabawi dan rumah Rasulullah ﷺ.
Buat Umma, bagian seperti ini justru bisa menjadi awal percakapan yang panjang dengan anak. Misalnya ketika melihat gambaran Masjid Nabawi, Sahabat Umma bisa bertanya:
“Nak, tahu nggak ini masjid apa?”
Dari satu pertanyaan sederhana, pembicaraan bisa berkembang menjadi cerita tentang Madinah dan perjalanan hijrah Rasulullah ﷺ.
![]() |
| Museum Sejarah Nabi Muhammad terdapat banyak sekali pelajaran dalam bentuk poster, video, replika, diorama dan banyak lagi. |
Pengalaman Umma Mengajak Anak ke Museum Siroh Nabawiyah Detos Depok
Buat Umma, mengajak anak ke museum seperti ini bukan sekadar mengisi waktu libur. Ada tujuan lain yang ingin Umma capai. Umma ingin anak-anak lebih dekat dengan kisah Rasulullah ﷺ.
Selama ini mereka mungkin mengenal nama Rasulullah ﷺ dari pelajaran, hafalan, buku, atau cerita yang disampaikan di rumah. Tetapi ketika mereka melihat sendiri berbagai visual tentang kehidupan beliau, pengalaman belajarnya terasa berbeda.
Anak bisa melihat. Mendengar. Bertanya. Kemudian berjalan lagi mencari hal yang menarik perhatian mereka. Dan sebagai orang tua, Umma tinggal mengikuti rasa ingin tahu mereka sambil menyelipkan cerita.
Menurut Umma, cara seperti ini jauh lebih menyenangkan daripada memaksa anak duduk lama hanya untuk membaca materi sirah.
Anak Wisata, Tapi Sebenarnya Sedang Belajar
Ini bagian yang paling Umma suka. Kadang kita sebagai orang tua terlalu fokus pada hasil belajar. Sudah hafal belum? Sudah bisa menjawab belum? Sudah selesai membaca berapa halaman? Padahal anak juga membutuhkan pengalaman. Hari ini mereka melihat miniatur. Mendengar cerita. Melihat replika. Bertanya satu atau dua hal. Mungkin belum langsung terlihat hasilnya. Tidak masalah.
Karena belajar memang tidak selalu harus langsung menghasilkan nilai atau hafalan. Ada ilmu yang perlu ditanam perlahan. Dan mengenalkan Rasulullah ﷺ kepada anak adalah salah satunya.
Kenapa Museum Siroh Nabawiyah Layak Dikunjungi Bersama Anak?
Menurut Umma, ada beberapa alasan kenapa tempat ini layak dimasukkan ke dalam daftar wisata edukasi keluarga.
1. Belajar sejarah Islam dengan cara visual
Anak tidak hanya membaca. Mereka bisa melihat berbagai media seperti diorama, miniatur, replika, poster, dan video.
2. Mengenalkan sirah sejak kecil
Tidak perlu menunggu anak sudah besar untuk mulai mengenalkan kisah Rasulullah ﷺ. Tentu saja cara penyampaiannya disesuaikan dengan usia anak. Untuk anak kecil, cukup mengenalkan hal-hal sederhana.
Untuk anak yang lebih besar, bisa mulai diajak memahami urutan peristiwa dan mengambil hikmah dari kisah tersebut.
3. Bisa menjadi bahan obrolan keluarga
Justru setelah keluar dari museum, pembelajaran bisa dilanjutkan. Tanyakan kepada anak:
“Bagian mana yang paling kamu suka?”
“Apa yang baru kamu tahu?”
“Tadi kamu lihat apa?”
Tidak perlu seperti sedang memberikan ujian. Cukup ngobrol santai saja.
4. Lokasinya praktis
Karena berada di dalam Detos, Umma bisa menggabungkan kunjungan museum dengan aktivitas keluarga lainnya di mall. Jadi tidak perlu membuat perjalanan khusus yang terlalu rumit.
Bagaimana Agar Anak Tidak Cepat Bosan?
Kalau membawa anak, jangan berharap mereka akan memperhatikan semua bagian museum dari awal sampai akhir. Namanya juga anak-anak. Jadi Sahabat Umma bisa membuat misi kecil.
Misalnya:
“Coba cari Masjid Nabawi.” Atau: “Nanti pilih satu benda yang paling kamu suka.”
Untuk anak yang lebih besar:
“Coba ingat tiga hal baru yang kamu pelajari hari ini.” Dengan begitu anak punya sesuatu yang dicari.
Mereka bukan sekadar mengikuti Umma berkeliling.
Setelah Pulang, Jangan Langsung Selesai
Menurut Umma, bagian paling penting justru bisa dilakukan setelah sampai rumah. Lanjutkan dengan cerita. Kalau anak tertarik dengan Masjid Nabawi, ceritakan tentang Madinah. Kalau mereka tertarik dengan hijrah, lanjutkan kisah perjalanan hijrah Rasulullah ﷺ. Kalau mereka tertarik dengan kehidupan Rasulullah ﷺ, ceritakan akhlak beliau kepada keluarga dan para sahabat. Jadi kunjungan satu kali bisa menjadi pintu untuk banyak pembelajaran berikutnya.
Museum Siroh Nabawiyah Cocok untuk Anak Usia Berapa?
Menurut Umma, anak dengan usia berbeda tetap bisa mendapatkan pengalaman dari tempat ini. Untuk anak usia dini, tidak perlu menargetkan mereka memahami seluruh isi museum.
Kalau mereka hanya tertarik melihat miniatur atau replika, tidak masalah. Untuk anak usia sekolah, Umma bisa mengajak mereka memahami cerita dengan lebih lengkap.
Jadi jangan ukur keberhasilan kunjungan dari seberapa banyak materi yang berhasil anak ingat.
Yang penting mereka mendapatkan pengalaman positif dan mulai tertarik mengenal sirah.
Tips Dari Umma Sebelum Berkunjung
Kalau Sahabat Umma ingin mengajak anak ke Museum Siroh Nabawiyah, beberapa hal ini bisa membantu:
1. Ceritakan sedikit tentang Rasulullah ﷺ sebelum berangkat. Buat anak penasaran.
2. Jangan membuat target terlalu banyak. Biarkan mereka menikmati kunjungan.
3. Buat satu misi sederhana. Misalnya mencari replika Masjid Nabawi.
4. Siapkan waktu untuk ngobrol setelah kunjungan. Tanyakan apa yang mereka lihat dan sukai.
5. Cek informasi tiket dan jam buka sebelum berangkat. Informasi museum bisa berubah, terutama terkait tiket dan program kunjungan.
Informasi Singkat Museum Siroh Nabawiyah Detos
Nama : Museum Siroh Nabawiyah
Lokasi Depok Town Square (Detos), lantai 2
Alamat Jl. Margonda Raya No. 1, Depok
Jam Buka : Senin - Jumat 09.00–20.00 WIB Sabtu - Ahad 10.00 - 20.00 WIB
HTM : Rp. 60.000
Tema Sirah Nabawiyah dan sejarah kehidupan Rasulullah ﷺ
Media edukasi Video, poster, diorama, miniatur, replika
Cocok untuk Wisata edukasi keluarga dan anak
Kalau Sahabat Umma sedang mencari wisata edukasi anak di Depok, menurut Umma Museum Siroh Nabawiyah layak dipertimbangkan. Bukan karena anak harus pulang dengan hafalan baru. Bukan juga karena harus memahami semua sejarah dalam satu kali kunjungan.
Tetapi karena anak mendapatkan kesempatan untuk melihat dan merasakan pengalaman belajar sirah dengan cara yang berbeda. Hari itu mungkin mereka hanya melihat miniatur. Mungkin hanya tertarik pada satu bagian. Mungkin juga lebih banyak bertanya daripada mendengarkan.
Tidak apa-apa. Karena bisa jadi dari satu kunjungan sederhana ini, muncul rasa ingin tahu yang lebih besar. Dan semoga rasa ingin tahu itu perlahan berubah menjadi cinta kepada Rasulullah ﷺ. Karena sebagai orang tua, tentu kita tidak hanya ingin anak-anak tahu siapa Rasulullah ﷺ.
Kita ingin mereka mengenal, mencintai, dan berusaha meneladani beliau. Jadi, kalau sedang mencari ide wisata edukasi keluarga di Depok, coba masukkan Museum Siroh Nabawiyah Detos ke dalam daftar kunjungan SahabatbUmma berikutnya ya. Ayo siapa yang sudah pernah kesana juga? Sharing di kolom komentar ya!



Posting Komentar