Wah, anak-anak Umma excited banget saat naik si oren Kota Depok. Maklum belum pernah naik odong-odong sebelumnya jadi mereka sangat antusias waktu ditawarkan naik bus gratis dari Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kota Depok ini. Penasaran seperti apa sih pengalaman Umma naik si Oren keliling Depok? Yuk merapat.
Kenalan dengan Si Oren, Odong - Odong Keren Kota Depok
Oren merupakan singkatan dari Odong Odong Keren. Seperti kita ketahui odong-odong merupakan istilah kendaraan yang dihias yang dijadikan sebagai alternatif bermain anak-anak. Pada awalnya bermula dari sepeda yang dikayuh kemudian bertransformasi menjadi kereta kelinci dan kemudian bertransformasi lagi menjadi kereta dengan karakter lainnya. Mobil tersebut di modifikasi menjadi tempat duduk yang berbaris dan biasanya dinaiki oleh ibu-ibu dan anak-anak keliling. Ciri khas kendaraan ini adalah bagian depan dibuat semenarik mungkin berbentuk karakter kartun serta diwarnai dengan cat berwarna ceria dan menarik.
Odong-odong ini mulai booming pada tahun 2000 di Jakarta. Kendaraan ini jadi alternatif hiburan berkeliling kota bagi warga. Tetapi sejak 2013, odong-odong tidak boleh beroperasi ke jalan raya karena tidak memiliki standar uji kelayakan kendaraan , membahayakan serta menyebabkan kemacetan. Tetapi odong-odong masih boleh beroperasi di kawasan komplek atau perumahan. Inilah yang sekarang kita lihat juga di berbagai tempat wisata jika kita ingin berkeliling.
City Tour Bareng Si Oren, Persembahan Diasporyata Kota Depok
Yup benar, Odong-odong keren (Oren) ini benar-benar diperuntukkan untuk para warga dan wisatawan yang ingin City Tour Kota Depok. Program yang dijalankan oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kota Depok sudah beroperasi sejak 2024 dari Senin-Jumat dari jam 8 pagi sampai jam 12 siang. Kapasitas penumpang sebanyak 18 orang.
Berdasarkan informasi dari laman akun @disporyatadepok ada dua cara untuk menaiki bus odong-odong yaitu dengan online dan offline. Bagi yang berencana mendaftar secara online bisa melalui tautan https://s.id/citytourdepok2024. Sedangkan untuk offline bisa menghubungi Disporyata Depok di layanan kontak 089653464936.
Ada tiga pilihan rute yang bisa dipilih yaitu
1. Rumah keramik F. Widayanto, underpass Dewi Sartika.
2 Jalan Pemuda, Jembatan Panus, Alun-alun Kota Depok
3. Makam Syech Yusuf, Komunitas Sungai Ciliwung.
Pengalaman Umma Naik Bus Oren City Tour Depok
Naik bus oren ini tidak ada rencana apapun karena memang Umma tidak tahu sebelumnya ada fasilitas ini di Kota Depok. Umma dan anak-anak sebenarnya hanya berencana ke perpustakaan depok tapi turun dari kendaraan Umma melihat ada odong-odong unik di depan pintu masuk Balai Kota disamping Sentra Oleh-Oleh Kota Depok.
Naik Bis Oren di Balai Kota Depok
Karena penasaran dan ingin mengenalkan kepada anak-anak, Umma mendekati bis oren ini. Tak lama Umma didatangi petugas dan menawarkan untuk City Tour Depok menggunakan odong-odong. Si bujang tidak tertarik tapi si Uni sangat antusias. Jadilah Umma akhirnya naik odong-odong tetapi si Bujang duluan ke Perpustakaan.
Karena masih pagi jadi tidak terlalu rame hanya Umma dan dua penumpang lainnya. Tak perlu menunggu lama, akhirnya si Oren akan mengajak Umma dan anak-anak keliling Kota Depok dengan rute awal Balai Kota Depok.
Desain Si Oren Menarik
Si Oren di desain sangat menarik dan sangat aman bagi anak-anak. Meskipun si oreng terbuka tetapi bagian pinggir ditutup menggunakan pagar besi. Terdapat beberapa kursi duduk ke depan dengan kapasitas 18 orang. Jarak antara dua kursi dengan kursi lainnya juga luas. Bus yang dimodifikasi menjadi kendaraan wisata ini.
City Tour Kota Depok
City Tour kami dipandu oleh petugas dan mereka menjelaskan tentang Kota Depok dan jalan-jalan yang dilalui. Kami melewati beberapa jalan mulai dari Jalan Margonda Raya menuju Jl Arif Rahman Hakim kemudian berbelok ke kanan menuju Jalan Nusantara kemudian berbelok lagi ke kanan menuju Dewi Sartika. Dan ini perdana pengalaman Umma dan anak-anak merasakan berkendaraan di Underpass Dewi Sartika yang viral itu. Di sisi kanan dan kiri terowongan di penuhi dengan Mural Kota Depok.
Ketika kita menengok ke belakang setelah keluar dari underpass kita akan melihat terowongan indah dengan lampu dan lukisan Mural bertuliskan Kota Depok. Kemudian kita kembali menuju Balai Kota. Tidak lama hanya 10 menit berkeliling.
Dari informasi pemandu yang Umma lupa namanya. Dua Odong-odong lagi berada di Alun-alun Kota Depok. Khusus Alun-alun dikenakan biaya 5000 per orang, Sementara di Balai Kota Depok gratis. Biasanya selain perorangan Si Oren juga dinaiki oleh rombongan.
Jadi sekian ya cerita pengalaman Umma naik Odong-odong bareng anak-anak. Pengalaman luar biasa bagi anak-anak Umma, InsyaAllah. Oh ya bagaimana dengan Sahabat Umma ada pengalaman kah naik Odong-odong atau cerita lucu dan menarik terkait si Odong Odong seperti Pengalaman Umma City Tour Kota Depok dengan Si Oren. Sharing ya di kolom komentar. Jangan lupa share juga artikel ini agar banyak yang tahu dengan si Oren. Selain si Oren, Sahabat Umma juga bisa baca pengalaman Umma ke Alun-Alun Kota Depok.




Posting Komentar