Sahabat Umma, libur panjang terutama libur sekolah, seringkali membuat pengeluaran keluarga membengkak. Ada biaya jalan-jalan, oleh-oleh, makan di luar, belanja perlengkapan liburan, dan lain-lain. Setelah libur selesai dan anak-anak kembali ke sekolah, banyak orang tua yang tiba-tiba merasa “kok uang sudah habis?” atau “kenapa pengeluaran bulan ini lebih besar dari biasanya?”
Di sinilah pentingnya mengatur keuangan pasca libur panjang, terutama saat kembali ke rutinitas sekolah. Dengan perencanaan yang baik, keluarga bisa kembali ke kondisi keuangan yang sehat, bahkan bisa lebih hemat dan berkah. Artikel kali ini Umna akan membahas tips mengatur keuangan pasca libur panjang dan kembali ke sekolah dari tiga sisi yaitu sunnah, ekonomi dan keuangan. Yuk kita bahas bersama!
Sisi Sunnah: Mengelola Harta Sesuai Al-Qur’an & Sunnah
Islam sangat memperhatikan pengelolaan harta. Harta bukan hanya soal uang, tapi juga amanah dari Allah yang harus dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Dalam konteks keluarga, mengatur keuangan pasca libur panjang adalah bagian dari ibadah, karena berkaitan dengan tanggung jawab sebagai kepala keluarga dan orang tua.
Harta adalah Amanah dari Allah
Allah berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu.” (QS. An-Nisa: 29)
Ayat ini mengingatkan kepada kita bahwa harta bukan milik kita sepenuhnya, tapi amanah yang harus dijaga. Kita tidak boleh menyia-nyiakannya, apalagi sampai menimbulkan hutang yang tidak perlu.
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari & Muslim)
Sebagai kepala keluarga dan orang tua, kita adalah pemimpin atas harta keluarga. Kita akan dimintai pertanggungjawaban atas bagaimana kita mengelolanya, termasuk saat libur panjang dan kembali ke sekolah.
Prinsip Ekonomi dalam Islam
Islam mengajarkan beberapa prinsip ekonomi yang sangat relevan untuk mengatur keuangan keluarga: (Jadi mengulang pelajaran Umma waktu kuliah dulu)
1. Tidak Boros (Istifraath)
Allah berfirman:
“Dan janganlah kamu menjadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan jangan pula kamu melapangkan tanganmu seluas-luasnya, sehingga kamu menjadi duduk menyesal dan menanggung (akibat) kebangkrutan.” (QS. Al-Isra: 29)
Ayat ini mengajarkan kepada kita akan keseimbangan: tidak kikir, tapi juga tidak boros. Libur panjang seringkali membuat orang tua tergoda untuk membeli banyak hal yang sebenarnya tidak terlalu penting, seperti oleh-oleh berlebihan, makan di restoran mewah, atau belanja perlengkapan yang tidak dibutuhkan. Ini termasuk bentuk pemborosan yang harus dihindari.
2. Hidup Sederhana (Zuhd & Qana’ah)
Rasulullah ﷺ hidup sangat sederhana, meskipun beliau adalah pemimpin umat. Beliau tidak pernah meminta yang mewah, cukup dengan yang halal dan mencukupi.
Dalam konteks keluarga, hidup sederhana berarti:
- Tidak memaksakan gaya hidup yang lebih tinggi dari kemampuan.
- Mencukupkan diri dengan yang halal dan cukup, bukan yang mewah.
- Mengutamakan kebutuhan daripada keinginan.
Saat anak-anak kembali ke sekolah, keluarga bisa kembali ke pola hidup sederhana (Bukan berarti saat liburan bermewah-mewahan ya). Mulai kembali membawa bekal dari rumah, memakai seragam dan perlengkapan yang masih layak, dan menghindari belanja yang tidak perlu.
3. Menjaga Keseimbangan Antara Dunia dan Akhirat
Allah berfirman:
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi.” **(QS. Al-Qasas: 77)
Ayat ini mengajarkan bahwa kita boleh menikmati dunia, termasuk liburan, tapi jangan sampai melupakan akhirat. Libur panjang boleh dinikmati, tapi jangan sampai mengganggu keseimbangan keuangan keluarga, apalagi sampai menimbulkan hutang yang berat. Disinilah penting ilmu sebelum amal termasuk dalam liburan.
Sunnah Rasulullah ﷺ dalam Mengatur Keuangan Keluarga
Rasulullah ﷺ memberi contoh nyata bagaimana mengatur keuangan keluarga dengan bijak:
1. Tidak Menunda-nunda Hutang
Rasulullah ﷺ sangat menekankan pentingnya menyelesaikan hutang. Beliau bersabda:
“Jiwa seorang mukmin tetap tergantung karena hutangnya hingga dilunasi.” (HR. Tirmidzi, dishahihkan oleh Al-Albani)
Jika selama libur panjang ada hutang sebaiknya segera dibuat rencana pelunasan setelah kembali ke rutinitas sekolah.
2. Mengutamakan Kebutuhan Pokok
Rasulullah ﷺ mengajarkan untuk mengutamakan kebutuhan pokok: makanan, pakaian, tempat tinggal, dan pendidikan. Saat kembali ke sekolah, keluarga bisa mengevaluasi kembali pengeluaran:
- Apakah semua perlengkapan sekolah benar-benar dibutuhkan?
- Apakah ada yang bisa dipakai dari tahun sebelumnya?
- Apakah ada kebutuhan yang bisa ditunda atau diganti dengan yang lebih murah?
3. Mengajarkan Anak tentang Nilai Uang
Rasulullah ﷺ mengajarkan anak-anaknya tentang tanggung jawab dan nilai uang. Dalam konteks keluarga muslim, saat kembali ke sekolah adalah momen tepat untuk:
- Mengajarkan anak tentang pentingnya menghargai uang.
- Melibatkan anak dalam membuat daftar kebutuhan sekolah.
- Mengajarkan anak untuk tidak membandingkan diri dengan teman yang lebih mewah
Sisi Ekonomi & Keuangan: Prinsip Rumah Tangga yang Sehat
Dari sisi ekonomi dan keuangan, ada beberapa prinsip dasar yang bisa diterapkan oleh keluarga muslim untuk mengatur keuangan pasca libur panjang dan kembali ke sekolah.
Evaluasi Pengeluaran Selama Libur Panjang
Langkah pertama adalah mengevaluasi pengeluaran selama libur panjang:
1. Catat Semua Pengeluaran
- Biaya transportasi (tiket pesawat, kereta, bensin, tol).
- Biaya akomodasi (hotel, penginapan).
- Biaya makan (restoran, jajanan, oleh-oleh).
- Biaya hiburan (tiket wisata, permainan, dll).
- Biaya belanja (pakaian, perlengkapan liburan, oleh-oleh).
2. Identifikasi Pengeluaran yang Tidak Perlu
- Apakah ada pengeluaran yang sebenarnya bisa dihindari?
- Apakah ada pengeluaran yang terlalu besar dibandingkan dengan manfaatnya?
3. Hitung Total Pengeluaran Libur
- Bandingkan dengan anggaran yang direncanakan sebelumnya.
- Jika melebihi anggaran, catat selisihnya sebagai “defisit libur”.
Buat Anggaran Pasca Libur & Kembali ke Sekolah
Setelah libur selesai, segera buat anggaran baru untuk 1–3 bulan ke depan, terutama saat anak kembali ke sekolah.
1. Pendapatan Keluarga
- Gaji suami/istri.
- Penghasilan tambahan (freelance, bisnis kecil, dll).
2. Pengeluaran Tetap
- Cicilan rumah/kontrakan.
- Listrik, air, internet.
- Asuransi kesehatan/kendaraan.
- Zakat, sedekah, infak.
3. Pengeluaran Sekolah
- SPP dan biaya sekolah.
- Seragam, sepatu, tas, alat tulis.
- Ekstrakurikuler (jika ada).
- Transportasi sekolah (antar-jemput, transportasi umum).
4. Pengeluaran Harian
- Makan dan minum (belanja bahan makanan, makan di luar).
- Transportasi keluarga.
- Pendidikan tambahan (les, kursus, dll).
5. Dana Darurat & Tabungan
- Sisihkan 10–20% dari pendapatan untuk dana darurat dan tabungan.
- Jika selama libur ada defisit, alokasikan sebagian dana untuk melunasi hutang.
Prinsip Ekonomi Rumah Tangga
1. Prioritas Kebutuhan di Atas Keinginan
- Kebutuhan: makanan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan, kesehatan.
- Keinginan: jalan-jalan, makan di restoran mewah, belanja barang mewah.
Saat kembali ke sekolah, fokus pada kebutuhan sekolah dan kebutuhan pokok keluarga.
2. Hidup Sesuai Kemampuan (Living Within Means)
- Jangan memaksakan gaya hidup yang lebih tinggi dari pendapatan.
- Gunakan prinsip “bayar diri sendiri dulu” (prioritaskan tabungan dan dana darurat).
3. Menghindari Hutang Konsumtif
- Hindari hutang untuk hal-hal yang tidak produktif (makan mewah, belanja barang mewah, dll).
- Jika harus berhutang, pastikan untuk kebutuhan produktif (misalnya pendidikan, usaha kecil).
Tips Praktis Mengatur Keuangan Pasca Libur Panjang & Kembali ke Sekolah
Berikut langkah-langkah konkret yang bisa langsung dijalankan oleh keluarga muslim:
1 Minggu Setelah Libur: Evaluasi & Perencanaan
1. Buat Laporan Keuangan Libur
- Catat semua pengeluaran selama libur.
- Bandingkan dengan anggaran awal.
- Hitung defisit (jika ada).
2. Buat Anggaran Baru untuk 3 Bulan ke Depan
- Fokus pada kebutuhan sekolah dan kebutuhan pokok.
- Sisihkan dana untuk melunasi hutang libur (jika ada).
3. Tentukan Prioritas Pengeluaran
- Kebutuhan sekolah (SPP, seragam, alat tulis).
- Kebutuhan pokok (makan, listrik, air, transportasi).
- Dana darurat dan tabungan.
Saat Kembali ke Sekolah: Hemat & Bijak
1. Gunakan Perlengkapan yang Masih Layak
- Periksa seragam, sepatu, tas, dan alat tulis dari tahun sebelumnya.
- Perbaiki yang rusak, ganti hanya yang benar-benar tidak bisa dipakai.
2. Bawa Bekal dari Rumah
- Ajak anak membawa bekal dari rumah.
- Buat menu bekal yang sehat, enak, dan hemat.
3. Beli Perlengkapan Secara Bijak
- Bandingkan harga di beberapa toko.
- Manfaatkan diskon atau promo, tapi jangan tergoda belanja yang tidak perlu.
- Beli dalam jumlah kecil dulu, tambah jika benar-benar dibutuhkan.
4. Batasi Pengeluaran Hiburan & Makan di Luar
- Kurangi jalan-jalan dan makan di restoran selama 1–2 bulan pasca libur.
- Ganti dengan kegiatan keluarga di rumah (masak bersama, nonton film, membaca buku).
Ajarkan Anak tentang Keuangan
1. Libatkan Anak dalam Perencanaan
- Ajak anak membuat daftar kebutuhan sekolah.
- Jelaskan mana yang kebutuhan dan mana yang keinginan.
2. Ajarkan Nilai Uang
- Jelaskan bahwa uang adalah hasil kerja keras orang tua.
- Ajarkan anak untuk menghargai barang dan tidak membuang-buang makanan.
3. Berikan Uang Jajan Secara Bijak
- Tentukan jumlah uang jajan yang sesuai.
- Ajarkan anak untuk menabung sebagian dari uang jajannya.
Perkuat Dana Darurat & Tabungan
1. Sisihkan 10–20% dari Pendapatan
- Untuk dana darurat (minimal 3–6 bulan pengeluaran).
- Untuk tabungan pendidikan anak.
2. Gunakan Dana Darurat Hanya untuk Keadaan Darurat
- Sakit, kecelakaan, kebutuhan mendesak.
- Bukan untuk liburan atau belanja yang tidak perlu.
3. Rencanakan Liburan Berikutnya Sejak Dini
- Buat anggaran liburan sejak jauh-jauh hari.
- Sisihkan tabungan khusus liburan, jangan pakai uang kebutuhan pokok.
Kesimpulan: Kembali ke Rutinitas dengan Keuangan yang Sehat & Berkah
Mengatur keuangan pasca libur panjang dan kembali ke sekolah bukan hanya soal ekonomi, tapi juga soal ibadah. Dengan mengikuti prinsip sunnah (Al-Qur’an dan sunnah) dan prinsip ekonomi rumah tangga yang sehat, keluarga muslim bisa:
- Kembali ke rutinitas sekolah dengan keuangan yang lebih teratur.
- Menghindari hutang konsumtif dan gaya hidup yang tidak sesuai kemampuan.
- Mengajarkan anak tentang nilai uang dan tanggung jawab.
- Menjaga keuangan keluarga agar tetap sehat, hemat, dan berkah.
Mulailah dari langkah kecil Sahabat Umma: evaluasi pengeluaran liburan, buat anggaran pasca libur panjang, gunakan perlengkapan yang masih layak, dan ajak anak belajar tentang nilai uang.
Dengan konsistensi, keluarga bisa menjalani kehidupan yang lebih tenang, tidak terlalu stres dengan uang, dan tetap bisa menikmati
Sekian ya bahasan Umma tentang mengatur keuangan pasca liburan ya. Ayo, share pengalaman Sahabat Umma di kolom komentar!Tips apa yang paling membantu saat kembali ke sekolah? Bagaimana mengajarkan anak tentang keuangan setelah libur panjang? Apa yang paling sulit dihadapi saat mengatur keuangan pasca libur panjang?Semoga pengalaman Sahabat Umma bisa jadi inspirasi bagi yang lain belajar mengatur keuangan keluarga dengan bijak dan penuh berkah. Jangan lupa bagikan artikel ini dan baca tentang cara mengatur keuangan keluarga sesuai sunnah.



Posting Komentar