Ganti Judul dan ALt sendiri

Jalan-Jalan Singkat di Monas Bersama Nenek

Jalan jalan singkat ke Monas

Ah... Monas... udah kebayang capek dan panasnya. Secara sudah bertahun-tahun di Depok jarang sekali ke Monas kalau bukan karena ajak keluarga dari kampung. Seperti akhir bulan Mei ini. Nenek minta ke Monas. Sebenarnya sudah pernah ke Monas hanya saja dah lama banget. Meskipun singkat tapi ada cerita seru juga ke Monas menemani nenek. Mau tahu seperti apa sih cerita singkat kita ke Monas kali ini sejak 9 tahunan nggak menginjakkan kaki? Yuk simak ya cerita Umma! 

Yuk Mengenal Sekilas Tentang Monumen Nasional alias Monas

Monumen Nasional atau disingkat Monas merupakan salah satu ikon paling terkenal di Indonesia yang berada di pusat kota . Bangunan setinggi sekitar 132 meter ini didirikan untuk mengenang perjuangan rakyat Indonesia dalam meraih kemerdekaan. Dari kejauhan, Monas terlihat sangat mencolok dengan bentuknya yang menjulang tinggi dan api emas di bagian puncaknya. Tidak heran jika tempat ini selalu menjadi tujuan wisata favorit bagi masyarakat lokal maupun wisatawan dari berbagai daerah.

Pembangunan Monas dimulai pada masa pemerintahan yang ingin menghadirkan sebuah monumen kebanggaan nasional. Bentuk Monas dibuat sederhana tetapi memiliki makna mendalam. Tugu yang tinggi melambangkan semangat perjuangan rakyat Indonesia yang terus menyala. Sementara api berlapis emas di bagian atas menjadi simbol semangat kemerdekaan yang tidak pernah padam. Karena maknanya yang kuat, Monas sering dianggap sebagai lambang semangat persatuan bangsa. Wah keren ya! 

Di bagian dalam Monas terdapat museum sejarah yang berisi berbagai diorama tentang perjalanan Indonesia dari masa penjajahan hingga kemerdekaan. Pengunjung bisa melihat gambaran perjuangan para pahlawan dalam bentuk miniatur yang menarik dan mudah dipahami. Selain museum, ada juga ruang khusus yang menyimpan naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Tempat ini sering membuat pengunjung merasa lebih dekat dengan sejarah bangsa sendiri.

Salah satu hal paling menarik di Monas adalah pelataran puncaknya. Dari atas, pengunjung bisa melihat pemandangan kota Jakarta yang luas dan penuh gedung tinggi. Banyak orang datang ke sini untuk menikmati suasana sore atau sekadar berfoto bersama keluarga dan teman. Di area sekitarnya juga terdapat taman yang cukup luas sehingga cocok digunakan untuk berjalan santai, berolahraga, atau bersantai pada akhir pekan.

Hingga sekarang, Monas bukan hanya menjadi tempat wisata sejarah, tetapi juga ruang berkumpul masyarakat. Suasananya yang ramai namun nyaman membuat tempat ini selalu hidup setiap hari. Monas menjadi pengingat bahwa perjuangan bangsa Indonesia sangat besar dan patut dihargai oleh generasi muda. Dengan bentuknya yang megah dan nilai sejarah yang kuat, Monas tetap menjadi salah satu kebanggaan Indonesia sampai saat ini.

Monumen Nasional beralamat di Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Monas berada tepat di tengah Lapangan Medan Merdeka dan dikelilingi kawasan penting pemerintahan serta pusat kota Jakarta.

Akses menuju Monas sangat mudah bisa menggunakan banyak moda transportasi dari angkutan online, busway, dan banyak lagi termasuk mobil pribadi.

Oh ya Monas buka Setiap hari untuk kawasan Monas dari jam 6-10 malam. Untuk area Tugu monas menuju pelataran dan puncak monas buka setiap Selasa sampai Minggu jam 8 pagi - 6 sore sementara Jum'at- Minggu jam 8 sampai jam 10 malam. Sementara Senin tutup. 

Monas selalu di hati rakyat Indonesia ketika ke Jakarta mereka akan mengunjunginya. Monas jadi simbol berapa kuatnya persatuan  masyarakat Indonesia

Pengalaman Singkat ke Monas Bersama Nenek

Mungkin banyak bertanya kenapa judulnya pengalaman singkat karena memang singkat dan extra sabar hadapi panasnya cuaca dan rewelnya anak-anak. Sampai Monas kita salah pintu masuk. Akses pintu untuk masuk di area lenggang IRTI area (Ikatan Restoran dan Taman Indonesia) sementara kita lewat pintu utama. Pas masuk dicegat satpam dah diarahkan masuk melalui pintu Selatan. 

Anak-anak antusias sih pas lihat Monas nya, tapi membayangkan panasnya emaknya sedikit menurun semangatnya. Secara kita sampai sana sudah menjelang jam 11. Setelah menyusuri area luar Monas kita ketemu juga area parkir. Kemudian tap kartu dan masuk. Tarif parkir mobil ke Monas 1 jam pertama 5 ribu dan 4 ribu berikutnya. 

Parkir sangat luas ternyata. Pas kami datang parkiran belum begitu penuh. Kemudian menuju Monas kita akan melewati Food Court dan area  Kuliner dan Oleh-Oleh Monas seperti gantungan kunci, tas, baju kaos segala usia bertuliskan dan bergambar Monas. 

Kemudian kami masuk dan menyusuri rimbunan pohon dan menuju akses utama Monas. Awalnya tidak kepikiran naik mobil gratis untuk menuju Tugu Monas. Kami rencana, bersama 2 bayi yang sedikit lebay jika sudah capek. Alhasil benar belum 5 menit dah ngeluh capek dan panas. Ditambah persediaan air satu botol habis. 

Kemudian nenek memutuskan untuk balik arah dan tidak jadi menuju Tugu karena terlalu jauh. Setelah berjalan kemudian kami melihat banyak antrian kereta yang mengantarkan pengunjung menuju Tugu Monas. Setelah antri hampir setengah jam  akhirnya bisa juga naik dan sampai di pintu masuk Tugu Monas. 

Kemudian kita menuruni anak tangga menuju bawah yang merupakan akses menuju dalam Monas. Abang sangat semangat tapi umma semangat mulai menurun karena malas ngantri. Melihat antrian sangat panjang sementara waktu zuhur hampir masuk akhirnya kami memutuskan untuk batal masuk ke Tugu Monas dan menyudahi petualangan kali ini. 

Oh ya masuk Tugu Monas kita bisa menggunakan kartu Bank DKI ya. Yang bisa didapatkan di lokasi. 

Tarif Harga Tiket Masuk Tugu Monas (2026):

Pelataran Puncak (Termasuk Museum/Cawan):

  • Dewasa: Rp24.000,00
  • Mahasiswa: Rp13.000,00
  • Anak/Pelajar: Rp6.000,00

Museum/Cawan Saja:

  • Dewasa: Rp8.000,00
  • Mahasiswa: Rp5.000,00
  • Anak/Pelajar: Rp3.000,00

Kami batal dan menunggu kereta kembali menuju area utama dan segera menuju Masjid Istiqlal untuk melaksanakan sholat Zuhur. Yup inilah cerita perjalanan singkat kami ke Monas. 

Umma sarankan sebaiknya ke Monas pada malam hari agar tidak panas. Tapi tetap bawa payung kalau terjadi hujan mendadak. Bahkan serunya kalau malam hari setiap Juma sampai Minggu ada pertunjukan air mancur menari. Kita bisa lihat di dua sesi yaitu 19.30 dan 20.30. 

Next kami akan merencanakan ke Monas lagi jika anak-anak sudah mandiri semua dan tidak butuh digendong. Kemudian kami akan datang lebih pagi dan bisa mengantri menuju puncak dan cawan Monas agar bisa lebih mengedukasi anak-anak tentang perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan. 

So sekian ya cerita Umma kali ini. Kalau ada pengalaman sharing ya di kolom komentar dan jangan lupa bagikan artikel ini. Semoga bermanfaat. 


Posting Komentar