Pengalaman Mata Kering di Momen Camping Keluarga Yang Ditunggu Lama, Mata SePeLe Jangan Disepelein

Insto Dry Eyes Mata SEpet, PErih, LElah  SePeLe  Gejala Mata Kering  Mata SePeLe Jangan Disepelein  Tetesin Insto Dry Eyes

Ada beberapa hal yang ternyata membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk diwujudkan. Bukan membeli rumah. Bukan pergi ke luar negeri. Bukan juga liburan mewah. Bagi keluarga kami, salah satunya justru sederhana: camping bersama.

Sepuluh tahun menikah, Umma dan Pak Suami belum pernah camping bersama keluarga. Setiap kali melihat foto keluarga lain mendirikan tenda, memasak di alam terbuka, anak-anak bermain di rumput, lalu berkumpul menikmati malam di sekitar tenda, Umma selalu berpikir, “Kapan ya keluarga kami bisa seperti itu?”

Keinginan itu sebenarnya sederhana. Tapi seperti banyak rencana keluarga lainnya, selalu ada saja yang membuatnya tertunda. Anak-anak masih kecil. Ada kesibukan. Ada pekerjaan rumah yang menunggu. Ada banyak kebutuhan yang harus didahulukan.

Sampai akhirnya, setelah 10 tahun menikah, kesempatan itu datang. Dan ternyata, camping pertama bersama keluarga tidak hanya meninggalkan kenangan tentang tenda, udara malam, dan anak-anak yang begitu gembira. Ada satu pelajaran kecil yang justru Umma bawa pulang. Tentang mata. Tentang rasa sepet, perih, dan lelah yang awalnya Umma pikir tidak perlu diperhatikan.

Akhirnya, Setelah 10 Tahun

Hari keberangkatan terasa berbeda. Sejak pagi, rumah sudah lebih ramai dari biasanya. Tas dibuka. Pakaian dipilih. Perlengkapan dimasukkan satu per satu. Anak-anak sibuk dengan barang masing-masing. 

Umma pun tidak kalah sibuk. Ada pakaian, perlengkapan tidur, makanan, kebutuhan anak, sampai berbagai barang kecil yang rasanya selalu dibutuhkan ketika bepergian bersama keluarga. Camping kali ini bukan sekadar pergi menginap.

Bagi Umma, ini seperti mencentang satu keinginan kecil yang sudah lama tersimpan. Sepuluh tahun menikah dan akhirnya kami camping bersama. Ada rasa bahagia yang sulit dijelaskan. Bukan karena tempatnya mewah. Bukan karena fasilitasnya lengkap. Justru karena sederhana. Satu tenda. Satu keluarga. Udara terbuka. Anak-anak yang bebas bermain.

Dan waktu bersama yang rasanya semakin mahal ketika anak-anak mulai bertambah besar. Umma ingin menikmati semuanya. Ingin melihat anak-anak bermain. Ingin mengabadikan momen. Ingin berbincang dengan Pak Suami. Ingin menikmati malam tanpa rutinitas rumah seperti biasanya. Pokoknya, hari itu Umma ingin hadir sepenuhnya. Namun ternyata tubuh punya cerita lain.

Sebelum Camping, Umma Sudah Lama Berteman dengan Kacamata

Kalau bicara soal mata, sebenarnya ceritanya sudah sangat panjang. Umma sudah memakai kacamata sejak kelas 1 SD. Sejak kecil, kacamata sudah menjadi bagian dari kehidupan Umma. Tanpa kacamata, melihat tulisan dari jauh menjadi tidak jelas.

Mau sekolah, kacamata dicari. Mau membaca, kacamata dipakai.Bahkan sampai dewasa, kacamata seperti teman yang selalu ada. Setelah tamat kuliah, Umma kemudian mulai mengenal softlens.

Awalnya Umma merasa senang. Ada rasa lebih praktis ketika beraktivitas tanpa kacamata. Tetapi ternyata, menggunakan softlens juga membuat Umma mengenal pengalaman yang tidak menyenangkan:

mata kering.

Sekitar lima tahun lalu, Umma mulai sering mengeluh kepada Pak Suami karena mata terasa kering dan merah setelah menggunakan softlens.

Kadang sepet.

Kadang terasa tidak nyaman. Bahkan ketika mata sedang kering, pandangan terasa tidak senyaman biasanya. Umma sering berpikir, mungkin hanya karena kurang tidur.

Mungkin karena terlalu lama memakai softlens. Atau mungkin karena aktivitas sehari-hari yang terlalu padat.

Sampai akhirnya Pak Suami membelikan Insto Dry Eyes. Sederhana. Tetapi perhatian kecil itu Umma ingat sampai sekarang.

Ketika Mata Mulai Ikut “Camping”

Kembali ke camping sepuluh tahun pernikahan kami. Awalnya semuanya berjalan menyenangkan. Tenda berdiri. Barang-barang mulai ditata. Anak-anak menikmati suasana baru. Udara luar ruangan membuat mereka terlihat lebih bersemangat.

Umma pun ikut menikmati suasana. Tetapi setelah cukup lama beraktivitas, Umma mulai merasakan sesuatu pada mata. Awalnya hanya sedikit sepet. Tidak terlalu mengganggu. Umma masih melanjutkan kegiatan.

“Ah, mungkin karena angin,” pikir Umma.

Apalagi camping memang membuat mata lebih banyak terpapar udara terbuka. Umma masih ingin menikmati momen. -Masih ingin menemani anak-anak. Masih ingin mengabadikan foto. Tetapi rasa sepet itu tidak benar-benar hilang.

Lama-kelamaan mata mulai terasa perih. Umma mulai lebih sering berkedip. Pandangan terasa tidak senyaman sebelumnya. -Keinginan untuk mengucek mata pun muncul, tetapi Umma berusaha tidak melakukannya.

Dan setelah seharian beraktivitas, mata mulai terasa lelah.

Saat itulah Umma teringat satu istilah yang sekarang terasa sangat dekat: SePeLe (SEpet - PErih - LElah) 

Ternyata tiga kata sederhana itu bisa mengganggu momen yang sudah ditunggu selama bertahun-tahun.

Insto Dry Eyes Mata SEpet, PErih, LElah  SePeLe  Gejala Mata Kering  Mata SePeLe Jangan Disepelein  Tetesin Insto Dry Eyes
Selalu sedia Insto Dry Eyes Mengatasi Mata SePeLe

Camping-nya Tetap Menyenangkan, Tapi...

Ada satu hal yang Umma sadari hari itu. Ketika mata tidak nyaman, perhatian kita ikut berubah. Padahal anak-anak sedang senang. Mereka ingin bermain. Ingin menunjukkan sesuatu.

Ingin bercerita. Sementara Umma malah lebih sering memikirkan mata.

“Sebentar, mata Umma tidak nyaman.”

“Umma istirahat dulu.”

“Mata Umma terasa perih.”

Momen yang seharusnya dinikmati sepenuhnya menjadi sedikit terpotong.bBahkan mood Umma ikut berubah. Bukan berarti mata kering otomatis membuat seseorang menjadi mudah marah.

Tetapi Umma merasakan sendiri, ketika tubuh sedang tidak nyaman, emosi juga terasa lebih sulit dikendalikan. Anak bertanya sedikit, Umma bisa lebih cepat merasa kesal.

Hal kecil yang biasanya biasa saja terasa lebih mengganggu. Kemudian Umma tersadar.

“Jangan-jangan bukan anak-anak yang membuat Umma kesal. Umma sedang tidak nyaman.”

Kalimat sederhana itu membuat Umma berhenti sejenak. Ternyata selama ini Umma sering meminta tubuh untuk terus mengikuti aktivitas. Padahal tubuh juga bisa lelah. Termasuk mata.

Umma Teringat Botol Kecil yang Pernah Dibelikan Pak Suami

Di situlah Umma kembali teringat pengalaman lima tahun lalu. Saat mata sering merah dan terasa kering setelah menggunakan softlens, Pak Suami membelikan Insto Dry Eyes.

Waktu pertama menggunakannya, pengalaman Umma adalah mata terasa seperti mendapatkan kelembapan kembali.nTerasa lebih nyaman, bersih, dan segar.

Tentu pengalaman setiap orang bisa berbeda. Tetapi pengalaman tersebut membuat Umma mengenal bahwa ternyata ada produk yang memang ditujukan untuk membantu mengatasi gejala mata kering.

Insto Dry Eyes digunakan untuk memberikan efek pelumas seperti air mata dan membantu mengatasi gejala kekeringan pada mata. Informasi resmi Insto juga menyebutkan bahwa penggunaan lensa kontak dalam jangka panjang dan aktivitas yang membuat mata jarang berkedip dapat memicu gejala mata kering. 

Dari pengalaman itu pula Umma belajar bahwa tidak semua tetes mata memiliki fungsi yang sama.

Apa Sebenarnya Kandungan Insto Dry Eyes?

Setelah mengenalnya lebih jauh, Umma baru mengetahui kandungan yang terdapat dalam Insto Dry Eyes.

Produk ini mengandung:

Hydroxypropyl Methylcellulose 3,0 mg

Benzalkonium Chloride 0,1 mg

Insto Dry Eyes tersedia dalam ukuran 7,5 ml. 

Hydroxypropyl Methylcellulose merupakan bahan aktif yang memberikan efek pelumas seperti air mata. Karena itulah produk ini digunakan untuk membantu mengatasi gejala kekeringan pada mata. 

Bagi Umma, mengetahui kandungan produk yang digunakan justru membuat kita lebih bijak.

Bukan sekadar, “Ini obat tetes mata, pakai saja.”

Tetapi memahami bahwa setiap produk memiliki fungsi dan aturan penggunaan masing-masing.

Insto Dry Eyes Mata SEpet, PErih, LElah  SePeLe  Gejala Mata Kering  Mata SePeLe Jangan Disepelein  Tetesin Insto Dry Eyes

Bagaimana Umma Menggunakan Insto Dry Eyes?

Karena Umma pernah menggunakan softlens, ada satu aturan yang sangat penting untuk diperhatikan.

Lensa kontak harus dilepas saat menggunakan Insto Dry Eyes.

Setelah obat diteteskan, lensa kontak dapat digunakan kembali minimal 15 menit kemudian. Insto juga mencantumkan agar produk tidak digunakan secara rutin dalam jangka panjang. 

Jadi, jangan sampai karena ingin praktis, softlens masih terpasang lalu langsung ditetesi.

Umma juga membiasakan diri memastikan tangan bersih sebelum menyentuh area mata dan tidak menyentuhkan ujung botol ke mata atau permukaan lain.

Untuk jumlah dan frekuensi pemakaian, Umma memilih mengikuti aturan pakai yang tercantum pada kemasan.

Kalau keluhan terus berulang atau semakin mengganggu, tentu tidak seharusnya hanya mengandalkan tetes mata. Kondisi mata perlu diperhatikan dan bila diperlukan dikonsultasikan kepada dokter.

Hal Yang Perlu Diperhatikan Terkait Mata

Pengalaman camping itu juga membuat Umma belajar bahwa menjaga kenyamanan mata bukan hanya tentang membawa tetes mata. Ada beberapa hal sederhana yang sekarang lebih Umma perhatikan.

Pertama, berikan waktu istirahat untuk mata. Kalau sudah terlalu lama menatap layar, Umma mencoba berhenti sebentar.

Kedua, jangan lupa berkedip. Ketika sedang fokus membaca, menulis, atau melihat layar, kita sering tidak sadar bahwa kita lebih jarang berkedip. Aktivitas semacam ini dapat berkontribusi pada gejala mata kering. 

Ketiga, jangan memaksakan softlens ketika mata sedang tidak nyaman. Ini menjadi pelajaran penting bagi Umma.bPraktis bukan berarti harus dipakai terus-menerus.

Keempat, lebih memperhatikan kondisi mata ketika berada di luar ruangan.

Camping membuat Umma semakin sadar bahwa angin, udara luar, debu, dan aktivitas outdoor bisa membuat mata terasa kurang nyaman.

Kelima, dengarkan tubuh. Ini yang paling penting. Kalau mata sudah terasa lelah, berikan kesempatan untuk beristirahat.

Insto Dry Eyes Mata SEpet, PErih, LElah  SePeLe  Gejala Mata Kering  Mata SePeLe Jangan Disepelein  Tetesin Insto Dry Eyes

Sepuluh Tahun Menikah, Ternyata Camping Mengajarkan Banyak Hal

Malam mulai datang. Anak-anak perlahan mulai tenang. Tenda yang sejak siang menjadi tempat bermain akhirnya berubah menjadi tempat beristirahat.

Umma melihat Ada keluarga. Ada tenda. Ada udara malam. Ada suara anak-anak. Dan tiba-tiba Umma teringat sesuatu.

Sepuluh tahun. Sepuluh tahun menikah. Baru sekarang kami melakukan sesuatu yang selama ini hanya menjadi keinginan kecil. Camping bersama. Ternyata momen istimewa tidak selalu berbentuk perjalanan mahal atau tempat yang jauh.

Kadang hanya sebuah tenda dan keluarga yang berkumpul di dalamnya. Dan Umma hampir membiarkan rasa tidak nyaman pada mata mengambil sebagian momen tersebut. Untungnya, pengalaman itu justru menjadi pengingat.

Selama ini Umma sering sibuk menjaga semuanya. Menjaga rumah. Menjaga anak-anak. Menyiapkan makanan. Menyelesaikan pekerjaan. Menulis.  Tetapi kadang lupa menjaga diri sendiri. Termasuk mata.

Jangan Tunggu Sampai Mata Berteriak

Sejak pengalaman itu, ketika mata mulai terasa sepet, perih, atau lelah, Umma berusaha tidak lagi menganggapnya sebagai sesuatu yang bisa selalu diabaikan.

Karena Umma sudah mengalami sendiri. Sesuatu yang terlihat SePeLe ternyata bisa mengubah suasana hati. Bisa membuat aktivitas menjadi kurang nyaman.

Bahkan bisa membuat sebuah momen yang sudah dinantikan selama bertahun-tahun tidak bisa dinikmati secara maksimal.

Sekarang Umma lebih berusaha memperhatikan tanda-tanda kecil itu. Berhenti sebentar. Berkedip lebih sering. Mengurangi waktu di depan layar. Tidak memaksakan penggunaan softlens.

Dan ketika membutuhkan bantuan untuk gejala mata kering, Umma memilih Insto Dry Eyes sesuai aturan pakai. Bukan karena semua keluhan mata harus diselesaikan dengan tetes mata. Tetapi karena Umma sudah punya pengalaman sendiri dengan produk yang pertama kali dikenalkan Pak Suami sekitar lima tahun lalu.

Lima tahun lalu, sebuah botol kecil dibelikan karena Umma sering mengeluh mata merah dan kering.

Sepuluh tahun pernikahan, sebuah tenda menjadi saksi bahwa akhirnya keluarga kami bisa camping bersama. Dua hal sederhana itu ternyata punya satu benang merah:

Perhatian.

Perhatian Pak Suami ketika melihat Umma tidak nyaman. Dan perhatian Umma kepada tubuh sendiri ketika mata mulai memberikan tanda. Karena ternyata, menjaga diri bukan selalu tentang melakukan sesuatu yang besar.

Kadang cukup dengan berhenti sebentar. Mendengarkan. Lalu berkata kepada diri sendiri:

“Mata Umma sudah bekerja keras hari ini.”

Dan ketika mata mulai terasa: SEpet - PErih - LElah.

Umma tidak ingin lagi mengatakan:

“Ah, cuma sepele.”

Karena Mata SePeLe Jangan Disepelein.

Sepuluh tahun menunggu camping mengajarkan Umma satu hal sederhana: momen bersama keluarga terlalu berharga untuk dibiarkan terganggu oleh sesuatu yang sebenarnya bisa kita perhatikan sejak awal.

Malam itu, di antara suara anak-anak dan udara dingin camping, Umma akhirnya tersenyum. Bukan karena semuanya berjalan sempurna.

Tetapi karena kami akhirnya sampai juga pada satu momen yang sudah lama dinantikan. Camping pertama setelah 10 tahun menikah.

Dan Umma ingin mengingatnya bukan hanya sebagai hari ketika keluarga kami akhirnya mendirikan tenda bersama. Tetapi juga sebagai hari ketika Umma belajar untuk lebih mendengarkan tubuh sendiri.

Karena mungkin, tubuh tidak selalu meminta banyak. Kadang ia hanya meminta kita berhenti sejenak dan peduli.

#InstoDryEyes #BebasMataKering #MataSePeLeJanganSepelein



1 komentar

  1. Masya Allah, mata kering memang pertanda bahwa ada sesuatu yang harus diperbaiki, Umma. Kadang, kita sering memaksakan mata atau menambah beban padanya padahal dia juga punya hak, ya, Umma.

    BalasHapus
Cari artikel