Perpustakaan Proklamator Bung Hatta Bukittinggi, Wisata Literasi dengan Panorama Alam yang Menakjubkan


Kalau mendengar kata Bukittinggi, yang langsung terbayang biasanya adalah Jam Gadang, Ngarai Sianok, wisata kuliner, atau udara sejuk khas Sumatera Barat. Tapi ternyata, ada satu tempat di Bukittinggi yang mungkin belum masuk dalam daftar tujuan wisata banyak orang. Namanya Perpustakaan Proklamator Bung Hatta.

Sekilas mungkin terdengar seperti tempat yang biasa saja. Namanya perpustakaan, tentu yang terbayang adalah gedung berisi rak-rak buku, ruang baca, meja dan kursi.

Namun, ternyata perpustakaan ini menawarkan pengalaman yang sedikit berbeda. Bukan hanya karena koleksinya yang berkaitan dengan literasi dan sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga karena lokasinya berada di kawasan yang memberikan pemandangan alam dan suasana yang begitu menyenangkan.
;
Jadi, kalau sedang liburan ke Bukittinggi bersama keluarga, terutama membawa anak-anak, tempat ini bisa menjadi salah satu pilihan wisata yang menarik.

Bukan sekadar jalan-jalan, tetapi juga mengajak anak mengenal buku, sejarah dan sosok salah satu tokoh penting bangsa Indonesia.

Perpustakaan Bung Hatta, Perpustakaan yang Punya Nilai Sejarah

Perpustakaan Proklamator Bung Hatta merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Perpustakaan ini didirikan di Kota Bukittinggi, kota kelahiran Bung Hatta, dengan salah satu tujuan untuk menyediakan informasi tentang Bung Hatta sekaligus menghimpun berbagai informasi mengenai perjuangan dan pemikirannya.

Selain menjadi tempat membaca dan mencari informasi, keberadaan perpustakaan ini juga diarahkan sebagai tempat kajian ilmiah sekaligus bagian dari pengembangan wisata Kota Bukittinggi.

Perpustakaan Proklamator Bung Hatta diresmikan pada 21 September 2006 oleh Presiden RI saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono. Kemudian pada 2012, pengelolaannya menjadi UPT Perpustakaan Nasional RI.

Jadi, sebenarnya tempat ini bukan sekadar perpustakaan umum biasa. Ada sejarah panjang yang melekat di dalamnya._

Alamat Perpustakaan Proklamator Bung Hatta berada di:

Jl. Kusuma Bhakti, Kubu Gulai Bancah, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat 26113.

Lokasinya cukup mudah dijangkau dari kawasan pusat Kota Bukittinggi. Salah satu sumber lokal menyebutkan perjalanan dari pusat kota sekitar 10 menit menggunakan kendaraan, tergantung kondisi lalu lintas.

Yang menarik, perpustakaan ini berada di kawasan yang terasa cukup lapang dan asri.

Jadi begitu berada di area perpustakaan, suasananya tidak seperti berada di sebuah gedung yang berada di tengah kawasan perkotaan yang padat.

Justru ada kesan tenang. Cocok untuk membaca, belajar, mengerjakan tugas, atau sekadar mencari suasana baru ketika sedang berwisata di Bukittinggi.

Jadwal Operasional Perpustakaan Proklamator Bung Hatta

Sebelum berkunjung, ada baiknya mengetahui jadwal operasional Perpustakaan Proklamator Bung Hatta agar tidak datang di luar jam layanan.

Berdasarkan informasi layanan yang tercantum pada profil UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta, perpustakaan melayani pengunjung 7 hari dalam seminggu, dengan jadwal sebagai berikut:

Hari 

Jam LayananSenin–Kamis08.00–16.00 WIBJumat09.00–16.30 WIBSabtu–Minggu09.00–15.00 WIB

Untuk hkjari Senin–Kamis terdapat waktu istirahat pukul 12.00–13.00 WIB, sedangkan pada Jumat waktu istirahat tercatat pukul 12.00–13.30 WIB. Pada Sabtu dan Minggu, waktu istirahat tercatat pukul 12.00–13.00 WIB.

Namun, informasi jam operasional yang tercantum pada beberapa layanan peta terbaru menunjukkan jadwal yang sedikit berbeda, terutama untuk Jumat serta Sabtu dan Minggu. Karena jam layanan dapat berubah mengikuti kebijakan atau agenda perpustakaan, sebaiknya calon pengunjung melakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum berangkat.

Kalau datang bersama anak-anak, saya pribadi lebih menyarankan datang pada pagi hari. Selain suasananya biasanya lebih nyaman untuk membaca, kita juga punya waktu yang cukup panjang untuk menikmati koleksi perpustakaan, ruang baca anak, galeri, sekaligus berjalan-jalan menikmati suasana hijau di sekitar perpustakaan.

Keindahan Alam di Sekitar Perpustakaan

Inilah salah satu hal yang menurut saya membuat Perpustakaan Proklamator Bung Hatta berbeda.

Biasanya kalau kita pergi ke perpustakaan, tujuan utamanya tentu membaca buku. Tetapi di sini, setelah lelah membaca, kita bisa keluar dan menikmati suasana di sekitar.

Perpustakaan ini berada di kawasan yang cukup tinggi sehingga dari area luar pengunjung dapat menikmati pemandangan Kota Bukittinggi.

Bahkan panorama Ngarai Sianok dapat terlihat dari kawasan perpustakaan. Di kejauhan, pemandangan pegunungan seperti Gunung Singgalang dan Gunung Marapi turut menjadi latar alam yang membuat suasana semakin indah.

Bayangkan duduk santai di area terbuka sambil melihat hamparan kota dari ketinggian.

Udara Bukittinggi yang sejuk, pepohonan hijau, rumput yang terawat dan pemandangan pegunungan membuat perpustakaan ini terasa seperti tempat wisata kecil yang tersembunyi.

Bahkan ada pengunjung yang datang bukan hanya untuk membaca, tetapi menikmati suasana kawasan dan melakukan aktivitas ringan seperti berjalan kaki atau olahraga pagi.

Buat Umma yang senang mencari tempat wisata yang tidak melulu ramai dan penuh wahana, suasana seperti ini tentu menarik.

Bangunannya Juga Menarik

Dari sisi bangunan, Perpustakaan Proklamator Bung Hatta memiliki desain yang cukup megah. Arsitekturnya memadukan gaya modern dengan sentuhan tradisional Minangkabau, terutama pada bagian tertentu seperti pintu masuk.

Di area depan juga terdapat kolam yang memanjang dan menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian. Di kawasan tersebut terdapat patung Bung Hatta yang menjadi ikon perpustakaan.

Jadi sejak pertama datang, pengunjung sudah mendapatkan kesan bahwa tempat ini memang dibuat bukan hanya sebagai gedung penyimpan buku, tetapi juga sebagai ruang publik yang memiliki nilai sejarah.

Fasilitas di Perpustakaan Bung Hatta

Jangan membayangkan perpustakaan ini hanya berisi rak buku dan meja baca. Fasilitasnya cukup beragam. Salah satu yang menarik tentu adalah ruang baca yang berada di lantai perpustakaan. Pengunjung dapat membaca berbagai koleksi yang tersedia.

Ruang Baca Anak.

Nah, bagian ini menurut saya cukup menarik untuk keluarga yang membawa anak-anak.

Ruang baca anak memang dirancang untuk memberikan suasana yang lebih nyaman bagi anak. Koleksinya mencakup buku cerita, dongeng, majalah anak serta berbagai bacaan mengenai flora dan fauna. Ruangan juga dilengkapi meja, kursi, karpet dan fasilitas yang dibuat lebih ramah anak.

Galeri Bung Hatta.

Di ruangan ini pengunjung dapat melihat berbagai foto, lukisan, replika dan koleksi yang berkaitan dengan perjalanan hidup serta perjuangan Bung Hatta.

Bagi anak-anak, galeri seperti ini bisa menjadi cara yang lebih menyenangkan untuk mengenalkan sejarah.

Daripada hanya mengatakan, "Bung Hatta adalah Wakil Presiden pertama Indonesia," anak bisa melihat foto, benda dan berbagai informasi yang berkaitan dengan kehidupan beliau.

Mini Theater 

Mini theater dengan kapasitas sekitar 50 orang yang dapat digunakan untuk pemutaran film dan berbagai kegiatan edukatif.

Sementara untuk kegiatan dalam jumlah besar, tersedia auditorium dengan kapasitas sekitar 1.000 orang yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan seperti seminar, acara pendidikan dan kegiatan masyarakat.

Perpustakaan ini juga terus mengembangkan berbagai program literasi dan kegiatan masyarakat. Pada 2025, misalnya, UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta memperkenalkan layanan antar-jemput gratis bagi pemustaka di area Bukittinggi melalui program "WARA WIRI".

Koleksi Buku yang Tidak Hanya Tentang Bung Hatta

Meskipun namanya Perpustakaan Proklamator Bung Hatta, koleksinya tentu tidak hanya berisi buku tentang Bung Hatta.

Perpustakaan ini memiliki koleksi umum, koleksi khusus Bung Hatta, koleksi referensi serta koleksi anak dan remaja.

Sejak awal pendiriannya saja, perpustakaan ini sudah memiliki puluhan ribu judul buku dengan jumlah eksemplar yang jauh lebih banyak.

Khusus koleksi Bung Hatta, pengunjung dapat menemukan berbagai bahan yang berkaitan dengan pemikiran, perjuangan dan kehidupan tokoh yang dikenal sebagai salah satu proklamator kemerdekaan Indonesia tersebut.

Bagi orang tua, kesempatan seperti ini sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk memperkenalkan sejarah kepada anak dengan cara yang lebih santai.

Pengalaman Umma  Berkunjung ke Perpustakaan Bung Hatta

Salah satu hal yang membuat kunjungan ke Perpustakaan Proklamator Bung Hatta terasa berbeda adalah suasananya. Kita datang dengan bayangan akan mengunjungi perpustakaan. Tetapi sesampainya di sana, ternyata yang didapatkan lebih dari sekadar buku.

Ada bangunan yang menarik, ada taman dan ruang terbuka, ada suasana yang tenang, dan yang paling menyenangkan adalah pemandangan alam Bukittinggi dari kawasan perpustakaan. Seperti yang Umma rasakan waktu awal berkunjung kesana.

Jujurly Umma termasuk orang yang terlambat tahu ada perpustakaan ini. Secara selain orang kampung, Umma juga tidak pernah dapat info tentang Perpustakaan ini karena Umma sekolah aliyah dan kuliah bukan di Bukittinggi jadi tidak tahu dengan perpustakaan seindah ini di Bukittinggi. (Tahu karna menghadiri acara wisuda sepupu).  Karena waktu itu perpustakaan tutup akhirnya Umma agendakan lain waktu. Dan setelahnya Umma sangat sering akhirnya

Setelah masuk ke dalam, kita bisa melihat-lihat koleksi buku atau mengajak anak membaca di ruang baca.

Kalau anak mulai bosan, tidak perlu langsung mengeluarkan gadget.

Bisa keluar sebentar, berjalan-jalan di area sekitar, menikmati taman dan melihat pemandangan.

Bagi keluarga, konsep seperti ini cukup menyenangkan.

Anak mendapatkan pengalaman belajar, tetapi tetap merasa sedang berwisata.

Dan bagi orang tua, ini bisa menjadi pengingat bahwa wisata tidak selalu harus berupa tempat bermain atau wahana.

Perpustakaan pun bisa menjadi destinasi wisata keluarga.

Apalagi kalau perpustakaannya memiliki suasana seindah ini.

Wisata ke Bukittinggi Tidak Harus Selalu ke Tempat Wisata Alam

Bukittinggi memang terkenal dengan wisata alam dan sejarahnya.

Namun, keberadaan Perpustakaan Proklamator Bung Hatta memberikan alternatif lain bagi wisatawan.
00P)
Di sini kita bisa menggabungkan wisata, literasi, sejarah dan menikmati alam dalam satu tempat.

Terlebih bagi keluarga yang sedang melakukan perjalanan bersama anak-anak, berkunjung ke perpustakaan bisa menjadi kegiatan yang memiliki nilai edukasi.

Anak-anak bisa membaca buku, mengenal sosok Bung Hatta, melihat galeri sejarah, kemudian keluar menikmati udara sejuk dan panorama Kota Bukittinggi.

Menurut saya, justru perpaduan inilah yang membuat Perpustakaan Proklamator Bung Hatta menarik untuk dikunjungi.

Bukan hanya datang untuk membaca.

Bukan hanya datang untuk melihat bangunan.

Tetapi datang untuk merasakan suasana, belajar sejarah dan menikmati indahnya Bukittinggi dari sisi yang berbeda.

Jadi kalau suatu hari Umma berkunjung ke Bukittinggi dan sudah puas menjelajahi Jam Gadang, Ngarai Sianok atau wisata alam lainnya, jangan lupa memasukkan Perpustakaan Proklamator Bung Hatta ke dalam daftar tujuan.

Siapa tahu, perjalanan kali ini bukan hanya membawa pulang foto dan kenangan, tetapi juga membawa pulang **satu pengalaman baru tentang membaca, sejarah dan indahnya alam Bukittinggi.**

Lebih lamaTerbaru

Posting Komentar

Cari artikel