Ganti Judul dan ALt sendiri

Ternyata Sulitnya Menjadi Ibu

Parenting: Sulitnya Menjadi Ibu

Dulu Umma berpikir menjadi ibu itu seperti air mengalir. Menjadi ibu itu fitrah dan tidak ada yang perlu dipersiapkan. Tapi sejak peran ini mulai dijalani, sungguh ternyata sulitnya menjadi ibu. 

Tugas Ibu, Tak Sekedar Melahirkan Anak

Umma dulu selalu berpikir bahwa tugas utama seorang ibu adalah melahirkan anak kemudian mengasuhnya dengan baik, mengurus rumah dan memastikan dia makan. Umma tidak pernah berpikir akan banyaknya tugas seorang ibu dalam keluarga. Sangat banyak bahkan bisa mengalahkan direktur perusahaan besar. Tugasnya 24 jam dalam sehari.

Mengatur Urusan Rumah Tangga

Ibu memiliki tugas mengatur urusan rumah tangga. Mulai dari urusan keuangan, dapur, printilan rumah tangga, kebersihan dan banyak lagi. Ibu bertanggung jawab untuk mengatur keuangan agar mencukupi kebutuhan. Bahkan ibu harus pintar menyisihkan sebagian uang untuk ditabung. 

Begitupun urusan dapur, ibu harus bisa mengatur urusan makan. Memastikan kebutuhan gizi terpenuhi dengan baik. Begitupun urusan kebutuhan pakaian keluarga dan banyak lagi. Ini semua perlu pengetahuan agar rumah tangga berjalan dengan lancar. 

Jika ibu tidak bisa mengatur, maka percayalah urusan lain akan terganggu. Termasuk urusan anak dan suami. Jadi penting sekali ilmu manajemen rumah tangga bagi seorang perempuan. 

Memberikan Teladan 

Sulitnya menjadi seorang ibu, ya jika kita tidak membekali diri kita dengan ilmu terutama ilmu agama. Percayalah Umma sudah merasakan betapa kelabakan menghadapi anak yang semakin aktif. Kita sebagai ibu perlu mengawali peran kita dengan menjadi teladan. Sebuah cara paling ampuh dalam mengajari anak kita dengan memberikan contoh. Misal dengan sholat tepat waktu, berkata lemah lembut, tilawah Al-Qur'an, sholat malam dan hal lainnya. Berikan contoh yang baik agar anak bisa meniru kita dengan baik. 

Mendidik Anak 

Nah, sebagai perempuan kita tentu saja sudah pernah mendengar bahwa ibu adalah sekolah pertama bagi anaknya. Betapa kita sebagai ibu memiliki tugas yang sangat berat. Ibarat sekolah kita harus bisa memberikan kurikulum terbaik dari yang terbaik sehingga menghasilkan lulusan terbaik. Tentu saja lulusan yang berorientasi akhirat. Ya, begitulah tugas ibu. Ibu harus bisa memilih metode pendidikan anak yang terbaik yang menjadikan mereka menjadi anak shalih dan shalihah. Percayalah ini butuh persiapan bahkan sebelum menikah. 

Belajarlah tentang manajemen pendidikan, belajar cara mendidik anak di masa emas. Kitalah yang sepatutnya mengajarkan mereka di usia emas tersebut. Mengajarkan mereka membaca alfatihah, ayat pendek, membaca Alquran, menulis, berhitung dan lainnya. Belajarlah untuk bisa menjadi ibu yang bisa mendidik anak kita berdasarkan Qur'an dan Sunnah Rasulullah. Ajari mereka perkataan Allah dan perkataan Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam agar membekas di dada mereka sampai tua. 

Merawat Keluarga

Tugas ibu tentu saja merawat keluarga terutama anak-anak jika mereka sedang sakit. Ibu harus bersabar dan ahli dalam meracik berbagai obat yang bisa memulihkan anggota keluarga. Sigap saat keadaan darurat dan memiliki pengetahuan dasar tentang kesehatan. Selalu update dengan apapun mengenai kesehatan. Jangan sungkan bertanya pada ahli jika memang kita tidak paham. Jangan dengarkan ego kita tapi selalu kedepankan keselamatan anggota keluarga dengan rutin mengecek kesehatan mereka. 

Sulitnya Menjadi Ibu: Tugas Ibu Menjadi Teman

Tugas ibu berikutnya adalah menjadi teman bagi anak mereka. Belajarlah untuk memahami mereka. Jangan selalu menuntut mereka dengan versi kita. Pelajarilah ilmu psikologis agar kita bisa menghadapi anak-anak sesuai dengan umur dan tumbuh kembang mereka. Jadilah ibu sebagai tempat ternyaman bagi mereka untuk bercerita. 

Motivator

Ibu juga memiliki tugas sebagai motivator bagi anak-anak mereka. Selalu berikan mereka motivasi yang membakar semangat mereka. Ceritakan kisah Rasulullah, para nabi, sahabat, tabiin dan ulama bagaimana mereka berjuang di jalan Allah. Bagaimana mereka bersemangat menuntut ilmu, mengamalkan dan memberikan yang terbaik untuk agama. Tentu saja sebagai ibu kita perlu banyak membaca agar memiliki wawasan yang luas sehingga bisa memotivasi anak-anak untuk bersemangat mengejar akhirat. 

Tentu masih banyak lagi tugas ibu yang tidak bisa Umma sebutkan. Ternyata sulitnya menjadi ibu, tetapi kita sebagai perempuan pasti Allah takdirkan mengambil peran sebagai ibu. Baik untuk anak yang lahir dari rahim kita maupun untuk anak-anak lainnya. 


Lelah Ibu Berbalas Surga 

Masya Allah, Umma dan mungkin ibu-ibu lainnya di luar sana pernah berputus asa dalam membersamai anak-anak. Karena merasakan betapa sulitnya menjadi seorang ibu. Kadang apa yang kita katakan tidak di dengar. Kadang bertengkar satu sama lain.  Kadang juga asyik bermain dan lupa sholat dan tentu banyak lagi keluhan lainnya yang pernah kita rasakan. Bahkan membuat kita sebagai ibu pusing dan stress, darah tinggi, maag kambuh dan akibat lainnya. Percayalah itu semua normal. Tak ada manusia yang sempurna begitupun kita. Saking sulitnya peran kita sebagai ibu. Allah janjikan surga bagi ibu. 

Dikeluarkan oleh Imam an-Nasâ-i (6/11), al-Hâkim (2/114 dan 4/167) dan ath-Thabrani dalam al-Mu’jamul Kabîr (2/289), dengan sanad mereka dari Mu’awiyah bin Jahimah as-Sulami bahwa ayahnya Jahimah as-Sulami Radhiyallahu anhu  datang kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata:

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَدْتُ أَنْ أَغْزُوَ وَقَدْ جِئْتُ أَسْتَشِيرُكَ فَقَالَ هَلْ لَكَ مِنْ أُمٍّ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَالْزَمْهَا فَإِنَّ الْجَنَّةَ تَحْتَ رِجْلَيْهَا

Wahai Rasûlullâh! Aku ingin ikut dalam peperangan (berjihad di jalan Allâh Azza wa Jalla ) dan aku datang untuk meminta pendapatmu.” Maka Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah kamu mempunyai ibu?” Dia menjawab, “Ya.” Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tetaplah bersamanya! Karena sesungguhnya surga ada di bawah kedua kakinya.”

(Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 10/Tahun XX/1437H/2016M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta)

Sulit Menjadi Ibu: Lelah Hanya Di Dunia

Allah Ta’ala berfirman,

لَا يَمَسُّهُمْ فِيهَا نَصَبٌ وَمَا هُمْ مِنْهَا بِمُخْرَجِينَ

“Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan daripadanya.” (QS. Al-Hijr: 48)

Kita meyakini bahwa dunia memang tempatnya lelah dan di surga lah tempat lelah itu tidak ada. Peran kita sebagai ibu jika kita jalani dengan penuh keimanan. Menjadikan pernah ini sebagai ibadah dengan mengharap ridho Allah maka surga adalah balasannya. Percayalah janji Allah bagi orang-orang yang berjuang untuk senantiasa bersabar saat diberi ujian (anak) dan bersyukur apabila diberikan rahmat (anak shalih). Tak ada yang sia-sia. Jika kita sebagai ibu memberikan maksimal waktu kita dengan perencanaan yang matang maka hasilnya juga akan maksimal. Disaat kita menjaga, mendidik, membersamai anak-anak kita pastikan luruskan niat kita karena Allah. 

Sesudah Kesulitan Ada Kemudahan 

Cara ini akan membuat kita lebih siap menghadapi banyak tantangan. Tidak akan stress dan lebih dewasa bersikap. Perbanyak ilmu, jadilah teladan dan terus senantiasa mendidik mereka dengan aqidah yang lurus dan berorientasi akhirat. Insyaallah sulitnya menjadi ibu akan teratasi dengan persiapan yang maksimal. Persiapan ilmu, persiapan mental, persiapan finansial dan persiapan lainnya. Yakinlah sulit itu akan menjadi mudah. Seperti Allah berfirman 

 فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا , إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا  

“Maka sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (QS Al-Insyirah: 5-6).

Sekian bahasan Umma tentang sulitnya menjadi ibu. Keseharian ibu akan lebih bermakna jika kita menjalaninya karena Allah. Niatkan semua itu sebagai ibadah. Semoga bermanfaat dan baca juga tulisan Umma tentang mendidik anak berorientasi akhirat ya. Terima kasih dan jangan lupa sharingnya ya di kolom komentar. 







20 komentar

  1. Betul, setuju. Tugas ibu tidak mudah. Meski dilihat sepele tapi sangat nano nano saat dirasakan. Itu mengapa Allaah memuliakan ibu. Karena jika kita lolos ujian sabarnya, hadiahnya ga main-main ya.

    BalasHapus
  2. Wahai, para ibu, ketahuilah bahwa sesungguhnya kalian adalah manusia-manusia yang beruntung, karena tidak semua wanita diberikan amanah yang sebesar ini oleh Allah subhanahu wa ta'ala.

    BalasHapus
  3. betul sekali susah sekali menjadi ibu. Bagian susahnya itu di mendidik anak dan memberi tauladan sih. Itu yang bikin tantangan dan terasa berat. Ada rasa khawatir juga jika kita ternyata salah langkah membesarkan anak.

    BalasHapus
  4. semangat para ibu dalam mendampingi anak-anaknya..semoga Allah berikan balasan Syurga paling tinggi aamiin

    BalasHapus
  5. Setuju dan benar sekali. Wajar jika kadang-kadang sebagai ibu merasa jenuh bahkan stress. Tumpukan pekerjaan domestik yang tiada habisnya, belum lagi urusan anak dll.
    Semangat dan selalu sehat untuk semua ibu agar bisa membersamai putra putrinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepakat Bu dengan luar biasanya tugas seorang ibu rumah tangga yang tiada hentinya. Untuk itu butuh komunikasi dengan pasangan agar bisa saling membantu satu sama lain karena bahtera keluarga dibangun bersama-sama

      Hapus
  6. Betul banget sulit jadi ibu nggak cuman kasih makan aja. Tapi mendidiknya jauh lebih sulit. Apalagi kalau kita dalam keadaan sedih, rasanya semakin sulit. Tapi anak tuh membawa kebahagiaan bagi kita. Kalau lagi tidur lihat mukanya, Masya Allah betapa beruntungnya aku.

    BalasHapus
  7. Jadi ibu itu impian bagi setiap wanita. Tapi sayangnya tidak semua bisa mendapatkan posisi tersebut. Dan tidak semua bisa mengemban amanah tersebut. Karena tugas ibu sangat banyak. Sehat-sehat untuk para ibu. ❤️

    BalasHapus
  8. Semangat buat aku... Semangat buat para ibu yg sudah berusaha sebaik mungkin... Semangaat.. Insya Allah, balasan terbaik dr Allah buat perjuangan kita...

    BalasHapus
  9. Subhanallah, memang berat tugas seorang ibu itu, apalagi kewajiban mendidik anak sebagai sekolah pertama dan utama bagi anak. Namun, insyaallah lelah itu terbayarkan kelak, ya, Umma. Semoga kita dimampukan menjadi ibu yang baik, benar, dan bahagia.

    BalasHapus
  10. Emang jadi ibu itu nggak mudah ya. Aku juga baru menyadarinya setelah jadi ibu. Makanya setelah jadi ibu, sebagian besar kita pasti tahu kalau jadi ibu itu adalah pilihan hebat dan luar biasa. Semangat ya para ibu, semoga lelahnya kita dibalas pahala berlimpah dari Allah. Amiin.

    BalasHapus
  11. Setelah jadi ibu, aku menyadari banget bagaimana susahnya ibuku dulu
    dan saat ini saat aku menjadi ibu, aku berusaha menjadi ibu yang baik bagi mereka dan menikmati prosesnya dengan bahagia, agar bahagia itu menular ke mereka

    BalasHapus
  12. Sepakat sekali dengan luar biasanya tugas seorang ibu, tapi InsyaAllah balasannya pun tak akan sia-sia. Allah akan siapkan surga untuk para ibu terbaik yang ikhlas menjalankan tugasnya.
    Sehat selalu, ya, ibu-ibu hebat

    BalasHapus
  13. Luar biasa sekali memang menjadi seorang ibu, itupun akhirnya ku pahami mengapa Allah mengujiku dulu menjadi pejuang garis dua biru, karena tau kapan posisinya aku siap secara mental menjadi ibu

    BalasHapus
  14. Menjadi ibu memang tidak ada sekolahnya dan tidak ada ijasah kelulusannya sebab menjadi ibu itu terus menerus sepanjang masa meski anak-anak telah dewasa dan berkeluarga, ibu tetap peduli dan sayang pada anak-anaknya

    BalasHapus
  15. Terimakasih banyak Mbak, remindernya. Tugas ibu banyak ya.. belum lagi kalau memilih bekerja di luar l, tugasnya dobel dobel

    BalasHapus
  16. Inilah mengapa dukungan keluarga dan lingkungan bagi para ibu sangat penting. Tugas mendidik itu bukan hanya tugas ibu, namun juga tugas ayah, keluarga besar, dan lingkungan sekitar. Jangan sampai ibu merasa harus mengerjakan semuanya sendirian tanpa dukungan orang lain.

    BalasHapus
  17. untuk para ibu semoga selalu diberi kesehatan, pokoknya ibu itu manusia yang paling luar biasa dan juga serba bisa.

    BalasHapus
  18. Ga ada sekolah jadi ibu ya, padahal tugas ibu itu banyak banget, jadi dokter ada sekolahnya, profesi yang lain pun juga ada
    Sedangkan ibu mendidik calon-calon dokter, direktur, pengusaha, dan profesi lainnya
    Semoga lelah ini lillah

    BalasHapus
  19. Kalau dipikir banyak banget tugas ibu ya, tapi Allah menjadikan tugas ibu itu mudah dan berubah surga. Jangan lelah ibu, karena tugasmu amat mulia.

    BalasHapus